Bagaimana kelanjutan rencana pembentukan bullion bank serta tata kelola emas nasional setelah resmi beroperasi di Indonesia?
Layanan bank emas nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 kini telah berjalan lebih dari satu tahun. Operasional tahap awal dipercayakan kepada dua lembaga keuangan resmi, yakni PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Sepanjang periode operasional tersebut, total emas yang berhasil dikelola oleh perbankan emas nasional telah menembus sekitar 177 ton, dengan basis nasabah yang meningkat dari 3,2 juta orang pada Februari 2025 menjadi 5,7 juta orang.
Berikut adalah rincian data operasional, kontribusi lembaga pengelola, dan peta jalan penguatan ekosistem bullion bank di Indonesia.
Proyeksi dan Arah Kebijakan Suku Bunga Acuan BI Rate Bank Indonesia

Rekapitulasi Data Operasional Bullion Bank Indonesia
| Indikator Pengelolaan | PT Pegadaian | PT Bank Syariah Indonesia (BSI) | Total / Rerata Industri | | --- | --- | --- | --- | | Total Volume Dikelola | Sekitar 153 ton | Sekitar 24 ton | Sekitar 177 ton | | Layanan Digital | Aplikasi Tring (Rilis Okt 2025) | BYOND by BSI | Platform transaksi 24/7 | | Minimum Investasi Awal | Rp10.000 | Rp50.000 | Akses mikro ritel | | Volume Transaksi Dagang | 15,07 ton (Posisi akhir 2025) | 8,06 ton (Posisi Juni 2026) | - | | Basis Nasabah Layanan | 5,6 juta nasabah tabungan emas | >1,3 juta nasabah bullion | 5,7 juta nasabah agregat |
Rincian Portofolio Pengelolaan Emas Pegadaian
Hingga penutupan tahun 2025, Pegadaian mencatat total kelolaan emas mencapai 141 ton sebelum bertambah menjadi sekitar 153 ton dalam rentang operasional setahun lebih. Komposisi portofolio emas Pegadaian per akhir 2025 terbagi ke dalam beberapa instrumen:
- Tabungan Emas Masyarakat: Menjadi instrumen kelolaan terbesar dengan volume 19,2 ton yang dihimpun dari sekitar 5,6 juta nasabah.
- Bullion Trading (Perdagangan Emas): Mencatatkan volume transaksi sebesar 15,07 ton.
- Titipan Emas (Custody): Pengelolaan emas titipan masyarakat dan institusi tercatat sebanyak 3,7 ton.
- Deposito Emas: Penempatan produk simpanan emas mencapai 2,25 ton.
- Pinjaman Modal Kerja Emas: Pembiayaan berbasis komoditas emas tersalurkan sebesar 320 kilogram.
- Pemanfaatan Aplikasi Tring: Aplikasi yang dirilis pada Oktober 2025 ini telah mencatatkan 4,8 juta pengguna dengan total volume transaksi mencapai 21,2 juta transaksi hingga akhir tahun 2025.
Realisasi Kinerja Bisnis Emas Bank Syariah Indonesia
BSI mencatat pertumbuhan operasional yang terdorong oleh integrasi transaksi digital dan pembiayaan emas. Data operasional BSI mencakup beberapa indikator utama:
Perkembangan Neraca Perdagangan Indonesia dan Kinerja Ekspor Nonmigas Catatan BPS

- Volume Perdagangan: Memperdagangkan sebanyak 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank hingga posisi Juni 2026.
- Pertumbuhan Nasabah: Jumlah nasabah bullion melonjak hingga 700% secara tahunan (year-on-year) sejak awal 2026, menjangkau lebih dari 1,3 juta pelanggan.
- Pendapatan Berbasis Komisi (Fee-Based Income): Lini bisnis emas menghasilkan lonjakan fee-based income hingga 712% YoY pada awal 2026, dan secara kumulatif mencapai sekitar Rp2,10 triliun per Juli 2026 (naik 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya).
- Pembiayaan Gadai Emas: Outstanding gadai emas mencapai Rp30,5 triliun pada Juni 2026, tumbuh sebesar 80,50%.
Pembentukan Indonesia Bullion Market Association
Melengkapi operasional dua entitas perbankan tersebut, pemerintah melalui koordinasi Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama manajemen Pegadaian dan BSI menyusun langkah penguatan tata kelola pasar komoditas emas nasional.
Penguatan ekosistem ini diwujudkan melalui rencana pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Asosiasi pasar emas terintegrasi tersebut dirancang dengan rincian parameter:
- Cakupan Anggota: Melibatkan sekitar 11 entitas perusahaan di industri emas nasional.
- Target Peresmian: Ditargetkan diresmikan pada Juni 2026.
- Kondisi Pasar: Pembentukan asosiasi dan perluasan bullion bank berlangsung di tengah kenaikan tren harga emas global, yang tercatat bergerak dari kisaran USD 3.000 per troy ounce saat peluncuran awal menuju kisaran USD 5.000 per troy ounce.






