Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh kasus komentar nirempati yang dilayangkan oleh oknum tenaga kesehatan terhadap keluhan seorang pasien bernama Yurizal. Salah satu tenaga kesehatan yang terlibat, Widhiyarini Pangestika, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentar yang ditulisnya terhadap almarhum Yurizal menuai kecaman luas. Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Widhiyarini melalui sebuah unggahan di akun Threads pribadinya, sebagaimana dikutip pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Langkah ini diambil setelah komentar para tenaga kesehatan tersebut menjadi viral di media sosial karena dinilai sangat tidak berempati terhadap keluhan yang disampaikan oleh Yurizal sebelum dirinya meninggal dunia.
Kasus ini bermula ketika almarhum Yurizal membagikan pengalaman pahit yang dialaminya saat mengakses layanan kesehatan. Melalui media sosial, Yurizal mengungkapkan keluhannya mengenai waktu tunggu yang sangat lama, yakni hingga mencapai 8 jam, di sebuah rumah sakit saat ia berobat sebagai pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Bukannya mendapatkan respons yang menenangkan atau penjelasan yang profesional, keluhan Yurizal tersebut justru ditanggapi secara negatif oleh oknum tenaga kesehatan di kolom komentar. Salah satu komentar datang dari akun @Widhiyarini yang menuliskan kalimat, "Potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan." Sementara itu, komentar lain yang tidak kalah memicu kritik tajam berasal dari akun @nandafadyla_ yang menuliskan kalimat singkat, "Bacot nih pasien."








