Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

PMI Manufaktur Indonesia Kembali ke Zona Ekspansi pada Juli 2026, Kadin Ingatkan Pemulihan Belum Solid

Bambang HandayaniDiterbitkan 5 Agu 2026 - 09.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
PMI Manufaktur Indonesia Kembali ke Zona Ekspansi pada Juli 2026, Kadin Ingatkan Pemulihan Belum Solid
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki fase ekspansi pada Juli 2026. Berdasarkan data ekonomi terbaru, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat naik ke level 50,2 pada Juli 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja sektor industri dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Juni lalu, PMI manufaktur Indonesia berada di level 46,9. Peningkatan indeks ini memberikan harapan baru bagi perkembangan sektor industri nasional setelah sempat berada di level yang lebih rendah pada bulan sebelumnya.

Kenaikan PMI manufaktur pada bulan Juli 2026 tersebut didorong oleh sejumlah faktor utama, di antaranya adalah meningkatnya produksi serta membaiknya permintaan domestik. Peningkatan permintaan di pasar dalam negeri ini pada gilirannya menyebabkan pesanan baru bagi pelaku industri kembali bertambah. Selain itu, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, posisi sektor manufaktur Indonesia kini mulai membaik. Meskipun demikian, laju ekspansi yang dialami oleh

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
industri manufaktur
Indonesia saat ini masih tergolong moderat.

Meskipun menunjukkan tren positif, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa pemulihan sektor manufaktur nasional masih memerlukan penguatan. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menyatakan bahwa capaian kenaikan indeks dalam satu bulan saja belum cukup menjadi indikator bahwa industri nasional telah memasuki tren pemulihan yang berkelanjutan. Diperlukan kestabilan indikator dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk memastikan bahwa sektor industri telah pulih sepenuhnya.

Baca Juga

Jadwal Sidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditetapkan Maret 2027, Denda Keterlambatan Membengkak

Jadwal Sidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditetapkan Maret 2027, Denda Keterlambatan Membengkak

Menurut penjelasan Saleh Husin, proses pemulihan industri manufaktur nasional perlu ditopang oleh konsistensi pertumbuhan indeks selama beberapa bulan ke depan. Konsistensi tersebut juga harus didukung oleh perkembangan positif pada indikator-indikator ekonomi lainnya, seperti peningkatan output industri, tingkat utilisasi kapasitas produksi, serta realisasi investasi. Di sisi lain, pelaku industri manufaktur di Indonesia saat ini masih harus menghadapi sejumlah tantangan nyata, mulai dari kenaikan biaya bahan baku, lemahnya permintaan ekspor dari pasar global, hingga sikap para pelaku usaha yang masih cenderung berhati-hati dalam melakukan pembelian bahan baku.

Saleh Husin juga berpendapat bahwa belum tepat apabila kenaikan PMI manufaktur pada bulan Juli 2026 langsung diartikan sebagai sinyal bahwa dunia usaha telah kembali agresif dalam melakukan investasi ataupun memperluas kapasitas produksi mereka. Sebaliknya, para pelaku usaha diperkirakan masih akan terus memantau dan mencermati keberlanjutan tren permintaan pasar dalam beberapa bulan ke depan. Langkah pemantauan ini penting dilakukan sebelum mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi atau menanamkan investasi baru di sektor industri.

Baca Juga

PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026, Industri Tekstil Paling Terdampak

PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026, Industri Tekstil Paling Terdampak

Senada dengan pandangan tersebut, pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa kenaikan PMI manufaktur pada Juli 2026 memang menjadi salah satu sinyal positif bagi aktivitas industri nasional. Namun, Ibrahim Assuaibi juga memberikan catatan bahwa para pelaku pasar saat ini masih bersikap hati-hati. Sikap waspada ini muncul karena adanya berbagai risiko eksternal yang masih terus membayangi perekonomian global secara keseluruhan. Di samping memantau risiko global, para pelaku pasar saat ini juga tengah menunggu data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 untuk dapat melihat arah pemulihan ekonomi nasional ke depan secara lebih jelas.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaIndustri ManufakturKadinPMI Manufaktur

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Sidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditetapkan Maret 2027, Denda Keterlambatan MembengkakLayanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah JadetabekNilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis IndonesiaOJK Bantah Isu Defisit Anggaran 2025 dan Jelaskan Dampak Transisi UU P2SKPolres Lombok Timur Pantau SPBU dan Cek Stok BBM Usai Keluhan Antrean PanjangPenemuan Mayat Tanpa Kaki di Depok yang Sempat Dikira Sampah dan Dibakar WargaKader Gerindra Sulawesi Selatan Dorong Prabowo Maju di Pemilu 2029, Sufmi Dasco Beri ResponsKPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Bupati Kuansing dari Potongan TPP ASN hingga 50 Persen

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap