PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi Outstanding SDG Innovator 2026. Penghargaan internasional tersebut berhasil didapatkan perusahaan dalam ajang SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang secara resmi diselenggarakan oleh United Nations Global Compact (UNGC) di Jakarta. Keberhasilan ini menjadi penanda penting bagi langkah nyata perusahaan energi nasional tersebut dalam menciptakan ekosistem bisnis ramah lingkungan yang sepenuhnya sejalan dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat global.
Penghargaan berskala internasional itu diraih berkat terobosan inovasi perusahaan yang diberi nama Bioenergy Lestari: Unlocking The Integrated Sustainable Energy Solution. Konsep ini membawa pendekatan baru dalam pengelolaan kawasan perhutanan sosial yang tidak sekadar berfokus pada aspek pemberdayaan masyarakat sekitar. Lebih jauh lagi, inovasi ini dirancang secara khusus untuk mengembangkan kawasan hutan menjadi sebuah ekosistem produktif yang mampu menghasilkan pasokan energi terbarukan. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka berbagai peluang bisnis baru yang berkelanjutan. Program yang didorong oleh inisiatif global UNGC ini berupaya memadukan teknologi, keberlanjutan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat menjadi satu solusi terintegrasi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang terus dikembangkan oleh Pertamina mampu memadukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan penciptaan nilai bisnis perusahaan. Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (30/7/2026), ia menegaskan bahwa pencapaian Outstanding SDG Innovator 2026 menunjukkan inovasi perusahaan tidak hanya memberikan dampak positif pada ranah sosial dan lingkungan, melainkan turut membuka peluang bisnis baru demi memperkokoh ketahanan energi. Ia juga meyakini bahwa inovasi adalah salah satu penggerak utama dalam transformasi perusahaan menuju model bisnis yang jauh lebih berkelanjutan di masa depan.
Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang di SPBU Makassar

Melalui inisiatif Bioenergy Lestari tersebut, perusahaan secara aktif mengembangkan ekosistem bioenergi yang berbasis pada perhutanan sosial. Pendekatan strategis ini mengintegrasikan upaya konservasi hutan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengembangan rantai nilai energi terbarukan tanpa harus membuka lahan baru yang berpotensi merusak alam atau mengganggu ketahanan pangan nasional. Sebagai salah satu langkah riset dan pengembangan yang krusial, komoditas sweet sorghum atau sorgum manis dikaji secara mendalam oleh perusahaan untuk dijadikan sebagai alternatif utama bahan baku pembuatan bioetanol yang lebih ramah lingkungan.
Proses pengembangan komoditas energi alternatif ini dilakukan secara fleksibel dengan selalu mempertimbangkan potensi serta ketersediaan sumber daya lokal yang ada di setiap wilayah operasi. Untuk mewujudkan implementasi awal dari kajian komoditas tersebut secara nyata, Pertamina melalui Pertamina Foundation telah mengambil langkah konkret dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan dengan memulai sebuah pilot project atau proyek percontohan khusus untuk budidaya tanaman sweet sorghum.
BEI Mulai Terapkan Skema Transaksi Short Selling secara Bertahap

Proyek percontohan budidaya sweet sorghum yang diinisiasi bersama itu dilaksanakan di atas lahan seluas tiga hektare. Adapun lokasi yang dipilih untuk penanaman komoditas uji coba ini berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UGM, yang terletak di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Selain difokuskan untuk memproduksi bahan baku energi terbarukan, inovasi ini juga dirancang untuk mendorong terciptanya konsep ekonomi sirkular. Hal ini diwujudkan melalui pemanfaatan produk samping yang bernilai tambah guna membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, dan memperkuat keekonomian proyek bioenergi.
Ke depan, program Bioenergy Lestari diharapkan dapat menjadi model percontohan ideal bagi pengembangan bioenergi masa depan yang mendukung upaya diversifikasi bahan baku bioetanol tingkat nasional dan memperkuat implementasi bauran energi terbarukan di Indonesia. Baron menambahkan bahwa melalui kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, kawasan perhutanan sosial diharapkan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem bioenergi nasional. Hal ini diyakini sangat sejalan dengan target transisi energi pemerintah, upaya penguatan ketahanan energi Indonesia, sekaligus penciptaan nilai ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat luas.






