Suasana duka menyelimuti keluarga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nepal saat mereka terus berupaya mencari kepastian mengenai nasib kerabat tercinta. Di luar sebuah kamar jenazah di Kathmandu, foto-foto korban tewas sengaja ditempelkan di pintu gerbang oleh pihak berwenang guna membantu warga dalam proses identifikasi jenazah.
Pemandangan serupa juga terlihat di sebuah pusat pelatihan militer di Nuwakot. Kerabat korban yang diliputi kesedihan mendalam memeriksa daftar orang hilang yang dipasang oleh tim penyelamat pada sebuah papan pengumuman, sembari menaruh harapan anggota keluarga mereka dapat ditemukan.
Berdasarkan keterangan Kepolisian Nepal pada Jumat, jumlah korban tewas akibat bencana alam ini telah melampaui 500 orang. Sementara itu, tim penyelamat masih terus menyisir area terdampak untuk mencari hampir 1.500 orang yang dilaporkan hilang di wilayah Nepal dan Tibet, China. Dari keseluruhan korban yang dilaporkan hilang, sedikitnya 540 orang merupakan warga negara asing, dan hampir 1.000 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya di wilayah Nepal maupun Tibet.
BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak 64%

Bencana ini bermula pada Rabu (26/8) pagi ketika sebuah gletser runtuh di kawasan Pegunungan Himalaya. Runtuhan tersebut memicu longsoran lumpur, bebatuan, es, serta material puing yang jatuh langsung ke dalam sistem aliran sungai setempat.
Luapan arus air yang sangat deras kemudian menyapu wilayah-wilayah di sepanjang rute yang menghubungkan Kathmandu dan Lhasa. Jalur ini merupakan akses yang kerap dilintasi oleh para pendaki dan peziarah. Terjangan banjir bandang mengakibatkan kerusakan berat di sepanjang rute tersebut dengan menghancurkan sejumlah pembangkit listrik, jalan, serta jembatan.
Nikmati Keringanan PBB-P2 Sebesar 5%, Pembayaran Kini Bisa Dilakukan via Kanal Digital

Operasi tanggap darurat terus berjalan di lapangan. Pada Jumat, alat berat dikerahkan ke kawasan Trishuli untuk mengeruk timbunan material lumpur guna membuka akses dan mendukung proses penanganan bencana lebih lanjut.






