Berita Viral Terkini

Potret Tertib Pelican Crossing Bundaran HI Setelah Insiden Viral Pengemudi dan Satpam

Marthen PalutunganPublished 26 Jul 2026 - 04.150 Reads
Bagikan WhatsAppX
Potret Tertib Pelican Crossing Bundaran HI Setelah Insiden Viral Pengemudi dan Satpam
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kawasan pelican crossing di sekitar Halte TransJakarta Bundaran HI kini menyajikan suasana yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi beberapa waktu lalu. Titik penyeberangan pejalan kaki yang terletak di kawasan Jakarta Pusat ini mendadak menjadi sorotan publik akibat sebuah insiden perselisihan yang memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat. Gesekan yang melibatkan seorang petugas keamanan setempat dan pengemudi kendaraan roda empat di lokasi tersebut menyita perhatian luas setelah rekaman videonya tersebar di media sosial.

Situasi lalu lintas di area penyeberangan depan Hotel Pullman kini terpantau jauh lebih tertib dan terkendali. Para pengguna jalan tampak disiplin menghentikan laju kendaraan mereka ketika lampu sinyal penyeberangan menyala merah. Ketertiban ini dijaga oleh kehadiran personel Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang bersiaga pada jam-jam sibuk. Petugas Dishub tersebut ditugaskan secara berkala pada dua waktu pelayanan utama, yaitu pada pagi hari pukul 07.00 sampai 09.00 WIB serta sore hari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB guna menjamin keselamatan pejalan kaki.

Pengetatan pengawasan di area ini tidak lepas dari peristiwa sebelumnya yang menimpa seorang satpam bernama Fiktor Harefa atau yang akrab dipanggil Vicol. Berdasarkan keterangannya, insiden berawal saat ia sedang bertugas menjaga penyeberangan sewaktu sinyal lampu penyeberangan berganti merah bagi kendaraan. Di saat pejalan kaki mulai melintas, sebuah mobil Toyota Alphard melintas menerobos rambu. Merasa keselamatan pejalan kaki terancam, Vicol secara refleks memukul bagian kendaraan untuk memberi peringatan tegas agar pengemudi menghentikan lajunya.

Also Read

Kasus Alphard Terobos Lampu Merah Tetap Diusut Meski Sopir dan Satpam Sepakat Damai

Tindakan teguran tersebut memicu reaksi balik dari pihak pengemudi. Tiga orang penumpang dari dalam mobil keluar hingga terjadi perselisihan fisik berupa aksi saling dorong di jalanan. Demi menghindari kemacetan panjang di pusat kota, Vicol berinisiatif mengarahkan penanganan masalah ke Pos Polisi Thamrin. Namun saat berada di dalam pos, situasi menjadi amat emosional. Vicol sempat melakukan aksi bersujud yang kemudian melahirkan berbagai narasi simpang siur. Ia lantas meluruskan bahwa tindakan bersujud itu murni atas kemauannya sendiri akibat rasa takut, emosi yang memuncak, serta tekanan psikologis saat itu, bukan karena paksaan dari pihak lain.

Perkembangan kasus ini kemudian berlanjut ke jalur hukum melalui fasilitasi di Polsek Metro Menteng. Pihak kepolisian mengundang kedua belah pihak yang terlibat untuk bertemu secara terbuka. Kuasa hukum Vicol, Wiradarma Harefa, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut diselenggarakan oleh pihak kepolisian untuk menentukan opsi penyelesaian masalah, baik melalui proses mediasi maupun mekanisme lainnya. Dalam kesempatan itu, Vicol menyampaikan harapannya agar dirinya memperoleh keadilan dan perlakuan yang setara atas apa yang dialaminya selama peristiwa tersebut.

Also Read

Perselisihan di Bundaran HI Berakhir Damai tetapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Peristiwa di pelican crossing Bundaran HI menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan di ibu kota. Ketegangan yang berawal dari pelanggaran rambu lalu lintas menunjukkan betapa krusialnya rasa saling menghargai antara pengendara dan pejalan kaki. Langkah penjagaan langsung oleh petugas kini menjadi kunci untuk menjaga kondisi lalu lintas tetap aman, sekaligus mencegah terulangnya gesekan serupa di salah satu titik tersibuk di Jakarta tersebut.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca