Berita Viral Terkini

Prajurit POM TNI AD Gugur Terkena Peluru Rekoset Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen

Wahyu SuryaniPublished 27 Jul 2026 - 06.410 Reads
Bagikan WhatsAppX
Prajurit POM TNI AD Gugur Terkena Peluru Rekoset Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengonfirmasi gugurnya seorang prajurit Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (POM TNI AD) bernama Pratu Galuh Nugraha. Insiden ini terjadi di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada hari Sabtu (25/7). Prajurit tersebut kehilangan nyawanya setelah terkena pantulan peluru atau rekoset ketika membantu aparat kepolisian dalam operasi pengejaran komplotan terduga bandar narkoba. Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan aparat penegak hukum dari dua institusi berbeda yang tengah berupaya memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Aceh.

Rangkaian kejadian bermula ketika pihak kepolisian menggelar operasi penangkapan terhadap empat orang yang diduga kuat sebagai pelaku peredaran narkoba. Keempat target operasi tersebut diketahui sedang berada di dalam sebuah mobil yang terparkir di kawasan depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Juli, tepatnya di Desa Cot Meurak, Kabupaten Bireuen. Dalam penyergapan yang dilakukan pada hari Sabtu tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku. Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, satu orang yang tertangkap itu diduga merupakan seorang oknum anggota Brigade Mobil (Brimob). Sementara itu, tiga orang terduga bandar narkoba lainnya berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas dan langsung memicu aksi pengejaran.

Mengetahui tiga target operasi melarikan diri, aparat kepolisian di lapangan seketika melakukan pengejaran intensif guna menangkap para pelaku. Di tengah upaya pengejaran yang dinamis tersebut, petugas melepaskan tembakan ke arah para pelaku yang berusaha kabur. Namun, peluru yang dilepaskan oleh petugas mengalami rekoset atau memantul. Pantulan peluru tersebut secara tidak sengaja mengenai seorang warga di lokasi kejadian yang saat itu tengah berinisiatif membantu petugas mengejar para pelaku. Korban langsung dievakuasi oleh petugas ke rumah sakit terdekat. Belakangan, identitas warga yang membantu aparat tersebut terungkap sebagai Pratu Galuh Nugraha, seorang prajurit aktif di kesatuan POM TNI AD.

Also Read

Polisi Selidiki Kematian Misterius Sutrimo di Kebayoran Baru

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, pada hari Minggu (26/7) membenarkan rentetan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa korban yang terkena peluru rekoset adalah benar anggota militer. Mewakili institusi kepolisian, Kombes Pol Joko menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia memberikan penghormatan kepada Pratu Galuh Nugraha yang dinilai telah menunjukkan naluri seorang prajurit penegak hukum yang luar biasa karena membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba. Lebih lanjut, ia juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga yang ditinggalkan serta kepada seluruh jajaran TNI atas insiden tersebut.

Merespons kejadian yang melibatkan anggota dari institusi militer ini, pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah Aceh langsung mengambil langkah koordinasi. Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan, telah menjalin komunikasi dan berkoordinasi secara langsung dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda sejak insiden tersebut terjadi. Langkah ini diambil guna menyampaikan fakta-fakta awal kejadian secara transparan kepada pihak TNI. Koordinasi antarlembaga ini menjadi prioritas utama guna memastikan informasi tersampaikan dengan jelas dan berimbang.

Also Read

Penindakan Tambang Emas Tanpa Izin di Hutan Bolaang Mongondow Tetapkan Dua Tersangka

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pascainsiden, Polda Aceh turut mengeluarkan imbauan resmi kepada publik. Pihak kepolisian meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersikap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan foto, rekaman video, maupun narasi-narasi di media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Imbauan ini diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif selagi pihak berwenang terus melakukan pemburuan terhadap tiga terduga bandar narkoba yang masih berstatus buron hingga saat ini.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca