Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan tanggapan terkait usulan dari masyarakat mengenai penghapusan jalur sepeda di sejumlah jalan protokol Jakarta. Tanggapan tersebut disampaikan seiring timbulnya wacana publik mengenai efektivitas keberadaan jalur khusus tersebut di jalur lalu lintas utama ibu kota. Sebagai tindak lanjut dari dinamika dan aspirasi masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk menggelar pembahasan secara khusus mengenai keberadaan fasilitas sepeda di Jakarta. Pembahasan mendalam tersebut nantinya akan menentukan keputusan akhir apakah fasilitas sepeda yang ada akan tetap dipertahankan sebagaimana mestinya atau mengalami perubahan.
Munculnya usulan penghapusan jalur sepeda di jalan protokol berawal dari masukan seorang warga yang disampaikan melalui media sosial X dengan nama akun @seahawk. Usulan tersebut secara terbuka ditujukan kepada Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo. Pengguna akun tersebut berpandangan bahwa fasilitas jalur sepeda saat ini dinilai jarang digunakan oleh para pesepeda. Selain dianggap minim pengguna, jalur khusus tersebut juga dinilai kerap diterobos oleh para pengendara sepeda motor saat melintas di jalur jalan utama.
Lebih lanjut, akun @seahawk menyampaikan penilaian bahwa aktivitas dan penggunaan sepeda oleh warga kebanyakan hanya terlihat ramai pada saat pelaksanaan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD). Berdasarkan pengamatan tersebut, akun @seahawk berpendapat bahwa apabila jalur sepeda di jalan protokol dihilangkan, tindakan tersebut dapat memperlebar badan jalan raya. Dengan makin lebarnya badan jalan yang dapat diakses oleh kendaraan bermotor, keberadaan langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi pada hari kerja atau weekdays di Jakarta.
Area Terdampak Kebakaran di Bromo Capai 899 Hektare, Pemadaman Darat dan Udara Diperkuat

Merespons usulan dan argumen yang disampaikan oleh warga di platform media sosial X tersebut, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo memberikan jawaban tertulis. Yustinus mengonfirmasi bahwa persoalan dan keberadaan jalur sepeda memang sedang menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam tanggapannya mengenai usulan dari akun @seahawk, Yustinus menyatakan, "Betul sekali. Ini jadi topik yang akan segera diputuskan." Pernyataan tersebut menandakan bahwa pihak pemerintah daerah menampung aspirasi masyarakat dan menempatkannya sebagai salah satu fokus yang akan diputuskan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyampaikan pandangannya mengenai fasilitas sepeda tersebut langsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 11/8/2026. Pramono Anung mengutarakan sudut pandangnya dengan menyoroti bahwa dirinya sendiri merupakan seorang pesepeda yang aktif. Kepada para wartawan dan pihak yang hadir, Pramono menyatakan, "Karena kebetulan saya ini kan pesepeda, teman-teman sekalian tahu." Keterangan tersebut disampaikan saat ia merespons wacana publik terkait keberlanjutan dan evaluasi fasilitas sepeda di jalan protokol Jakarta.
Pelaksanaan Nasional Program Makan Bergizi Gratis dan Penyesuaian Anggarannya

Melalui pembahasan khusus yang dijadwalkan oleh Pemprov DKI Jakarta, seluruh aspek mengenai fasilitas sepeda di wilayah Jakarta akan dikaji lebih lanjut. Proses pembahasan ini diproyeksikan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah resmi, apakah fasilitas sepeda di jalur protokol akan tetap dipertahankan atau akan diubah penataannya. Kebijakan final dari Pemprov DKI Jakarta ini diharapkan mampu memberikan kepastian mengenai nasib keberadaan jalur sepeda di tengah kebutuhan kelancaran lalu lintas serta ruang bagi pesepeda di wilayah Jakarta.






