Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menawarkan proyek pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter kepada para investor. Proyek strategis nasional ini diperkirakan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 5,3 triliun.
Peluang investasi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8/2026).
Pramono menjelaskan bahwa ITF Sunter merupakan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) yang dirancang memiliki kemampuan mengolah sampah perkotaan hingga 2.200 ton per hari. Teknologi pengolahan pada fasilitas ini diproyeksikan mampu memangkas volume sampah lebih dari 80 persen serta menghasilkan energi listrik hingga 35 megawatt.
Residivis Narkoba di Pariaman Kembali Ditangkap, Polisi Sita Sabu dan Ganja

Pembangunan ITF Sunter juga berkaitan erat dengan sasaran jangka panjang pengelolaan lingkungan di DKI Jakarta. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pencapaian target zero dumping atau nol penimbunan sampah di Jakarta pada 2028 mendatang.
Guna menarik minat pelaku usaha dan menjamin kelangsungan proyek, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah komitmen dukungan bagi calon investor. Dukungan tersebut mencakup penyediaan lahan, jaminan pasokan sampah yang andal, pembayaran biaya layanan pengolahan sampah atau tipping fee, serta kepastian kerangka regulasi pendukung yang jelas.
Kebakaran Landa Dapur Gizi dan Ruang Laundry RSSA Malang

Penawaran ITF Sunter ini merupakan bagian dari portofolio 37 proyek investasi strategis yang disodorkan Pemprov DKI Jakarta pada ajang JIF Summit 2026. Secara keseluruhan, total nilai investasi indikatif dari 37 proyek strategis tersebut mencapai sekitar Rp 115 triliun atau setara US$ 5 miliar.
Puluhan proyek strategis yang ditawarkan tersebut mencakup berbagai sektor pembangunan di seluruh wilayah Jakarta, mulai dari sektor utilitas dan pengolahan sampah, hunian dan perhotelan, komersial dan kawasan mixed-use, transit-oriented development (TOD), transportasi, industri dan logistik, sarana olahraga dan rekreasi, hingga proyek waterfront.






