Lonjakan arus migrasi menuju kawasan Uni Eropa kembali memicu ketegangan di perbatasan darat dan laut Afrika Utara. Pada hari Sabtu (1/8), ratusan migran dilaporkan nekat mencoba menerobos masuk ke perbatasan wilayah Ceuta. Wilayah Ceuta sendiri merupakan sebuah enklave milik Spanyol yang terletak di benua Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan negara Maroko. Peningkatan arus pergerakan migran yang terjadi secara signifikan sejak akhir bulan Juli lalu telah membuat aparat keamanan Spanyol mengambil tindakan tegas. Mereka memutuskan untuk mengerahkan personel militer dan kepolisian secara khusus guna mengamankan kawasan perbatasan dari masuknya migran.








