Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Internasional

Ratusan Migran Terobos Perbatasan Ceuta dari Maroko, 57 Jenazah Ditemukan

Uria KilaDiterbitkan 2 Agu 2026 - 09.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ratusan Migran Terobos Perbatasan Ceuta dari Maroko, 57 Jenazah Ditemukan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Lonjakan arus migrasi menuju kawasan Uni Eropa kembali memicu ketegangan di perbatasan darat dan laut Afrika Utara. Pada hari Sabtu (1/8), ratusan migran dilaporkan nekat mencoba menerobos masuk ke perbatasan wilayah Ceuta. Wilayah Ceuta sendiri merupakan sebuah enklave milik Spanyol yang terletak di benua Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan negara Maroko. Peningkatan arus pergerakan migran yang terjadi secara signifikan sejak akhir bulan Juli lalu telah membuat aparat keamanan Spanyol mengambil tindakan tegas. Mereka memutuskan untuk mengerahkan personel militer dan kepolisian secara khusus guna mengamankan kawasan perbatasan dari masuknya migran.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam upaya menembus wilayah Ceuta tersebut, para migran menempuh perjalanan yang sangat berisiko, baik melalui jalur darat maupun perairan laut dari arah Maroko. Sebagian migran nekat berenang melintasi perairan di sekitar Pantai El Tarajal menuju wilayah Ceuta. Untuk menjaga tubuh mereka tetap mengapung di tengah laut, para migran tersebut hanya menggunakan alat pelampung seadanya. Mereka diketahui berasal dari berbagai negara yang berada di kawasan benua Afrika, termasuk di antaranya adalah negara Somalia dan Sudan. Tujuan utama dari perjalanan panjang dan berbahaya ini adalah harapan besar agar mereka dapat memasuki serta menetap di wilayah Uni Eropa.

Baca Juga

Mengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030

Mengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030

Perjuangan berat melintasi lautan lepas ini tergambar jelas dari upaya yang dilakukan oleh masing-masing individu migran. Salah satu contohnya adalah seorang migran asal Somalia yang diketahui bernama Filiss. Pria berusia 32 tahun tersebut terlihat menyeberangi perairan laut menuju wilayah Ceuta dengan hanya menggunakan pelampung berupa ban. Sementara itu, upaya bertahan hidup dan melindungi barang berharga juga dilakukan oleh seorang remaja laki-laki asal Sudan bernama Moussa Khamiss. Remaja berusia 17 tahun ini sengaja membawa dokumen pribadinya dengan cara memasukkannya ke dalam sebuah botol plastik agar tetap dalam kondisi kering selama perjalanan panjang menyeberangi laut.

Ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Spanyol membuat para migran berusaha mencari berbagai cara untuk menghindari pemeriksaan petugas di perbatasan. Dalam sebuah operasi pengamanan, pihak militer Spanyol menemukan seorang migran yang bersembunyi di dalam sebuah terowongan yang berlokasi di dekat kawasan Pantai El Tarajal. Selain melakukan penyisiran dan pengawasan, personel militer Spanyol juga harus melakukan tindakan penyelamatan. Di lokasi yang sama, mereka mengevakuasi seorang migran yang ditemukan dalam kondisi kelelahan parah. Migran tersebut kehabisan tenaga setelah berenang menyeberangi perbatasan dari Maroko dan segera membutuhkan penanganan medis dari petugas kesehatan.

Baca Juga

Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga Orang

Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga Orang

Meskipun sebagian migran telah berhasil melintasi perbatasan dan memasuki wilayah Ceuta, aparat keamanan tetap melakukan tindakan pengamanan dan pemulangan. Sebagian dari migran yang berhasil memasuki daratan Ceuta tersebut pada akhirnya dikawal kembali oleh petugas untuk dikembalikan menuju wilayah Maroko melalui titik perbatasan Fnideq. Di sisi lain, lonjakan arus migrasi ini juga membawa dampak fatal yang merenggut banyak korban jiwa. Perwakilan Pemerintah Spanyol di Ceuta mengungkapkan bahwa sedikitnya 57 jenazah migran telah ditemukan di sisi perbatasan Spanyol. Pihak otoritas terkait juga memperkirakan bahwa jumlah korban meninggal dunia masih dapat terus bertambah, mengingat masih ada kemungkinan penemuan jenazah korban lainnya yang berada di wilayah perbatasan sisi Maroko.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Spanyoluni eropaCeutaMarokoMigran

Berita Terbaru Lainnya

Daftar 13 Kereta Api dari Stasiun Gambir yang Berhenti di Stasiun Jatinegara Imbas Acara di MonasMengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga OrangRyan McAidoo Curi Perhatian Enzo Maresca di Laga Pramusim Manchester City vs Inter MilanPolda Metro Jaya Agendakan Pemeriksaan Vicky Prasetyo Terkait Dua Laporan Dugaan PenipuanDilema Berbagi Lokasi dengan Pasangan, Antara Rasa Aman dan PrivasiJadwal Tayang House of the Dragon Season 3 Episode 7 dan Bocoran CeritaDaftar Film Baru dan Promo Bioskop Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap