Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Rencana Kemasan Rokok Polos Berpotensi Suburkan Pasar Gelap dan Rugikan Negara

Marthen PalutunganDiterbitkan 28 Jul 2026 - 15.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Kemasan Rokok Polos Berpotensi Suburkan Pasar Gelap dan Rugikan Negara
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Rencana Kementerian Kesehatan untuk menerapkan aturan penyeragaman kemasan produk tembakau memicu kekhawatiran meluas terkait lonjakan peredaran rokok ilegal di Tanah Air. Kebijakan yang dirancang sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 ini mewajibkan bungkus rokok maupun rokok elektronik tampil seragam tanpa logo, warna merek, dan desain promosi. Hilangnya identitas visual tersebut dinilai justru mempermudah praktik pemalsuan barang. Alih-alih mengendalikan konsumsi, regulasi ini diproyeksikan akan menguntungkan pasar gelap dan merugikan negara karena produk selundupan tidak memberikan kontribusi penerimaan melalui cukai.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menyoroti potensi dominasi produk ilegal dan rokok dari luar negeri jika kemasan polos benar-benar diberlakukan. Menurutnya, industri rokok domestik akan kalah bersaing dengan produk tidak resmi yang membanjiri pasar. Saat berbicara dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia bertajuk 'Kupas Tuntas Aturan Penyeragaman Kemasan Produk Tembakau', ia mencontohkan kegagalan serupa di negara lain. Di Australia, penerimaan negara anjlok drastis akibat produsen resmi tergerus oleh rokok ilegal, yang memicu kerugian negara hingga 1,6 miliar dolar Australia setiap tahunnya. Kondisi yang sama, kata Misbakhun, juga dialami oleh Selandia Baru.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Berangkat dari pengalaman negara-negara tersebut, Misbakhun menegaskan perlunya kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan. Ia mengingatkan bahwa ekosistem industri tembakau mencakup dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar persoalan medis. Pemerintah diminta untuk tidak hanya berfokus pada kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga memperhitungkan nasib pihak-pihak yang bergantung pada sektor ini. Kesejahteraan para petani tembakau serta pekerja yang menggantungkan hidup di pabrik rokok harus menjadi pertimbangan utama agar kebijakan tidak memunculkan masalah baru.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Tantangan peredaran rokok ilegal yang sudah parah turut diakui oleh Direktur Mintemgar Industri Agro Kementerian Perindustrian, Merriyanti Punguan Pintaria. Ia menekankan bahwa tanpa adanya aturan kemasan seragam sekalipun, tingkat peredaran rokok ilegal di Indonesia saat ini sudah tergolong tinggi. Merriyanti menjelaskan bahwa selama ini industri rokok resmi memberikan kompensasi atas aktivitas merokok masyarakat melalui pembayaran cukai, yang sebagian alokasinya disalurkan untuk mendanai program kesehatan pemerintah. Sebaliknya, rokok ilegal sama sekali tidak menyetorkan dana kompensasi tersebut, sehingga maraknya produk gelap ini justru memangkas potensi anggaran fasilitas kesehatan.

Dari sudut pandang pengawasan pasar, Direktur Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Kementerian Perdagangan, Dina Kurniasari, menyatakan regulasi ini akan menjadi tantangan berat bagi instansinya. Keseragaman visual akan membuat konsumen maupun petugas kesulitan membedakan antara produk yang legal dan palsu. Selain itu, Dina menyoroti ancaman penurunan nilai jual atau down trading, di mana konsumen bergeser mencari rokok dengan harga paling murah, yang pada akhirnya kembali memicu kerugian bagi negara. Oleh karena itu, ia mendorong regulator untuk melakukan Penilaian Dampak Perdagangan guna memahami efek aturan sebelum diterapkan.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Langkah evaluasi menggunakan metode Analisis Dampak Regulasi (Regulatory Impact Assessment atau RIA) dinilai krusial oleh Dina untuk mengukur efek kebijakan perdagangan, mencegah kerugian bagi pelaku usaha, serta melindungi daya saing dari serbuan barang asing. Aturan yang keliru bahkan berisiko mendatangkan tuntutan dari negara lain terhadap Indonesia. Wacana kemasan polos ini sendiri mengadopsi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebuah perjanjian internasional yang tidak diratifikasi oleh pemerintah Indonesia. Saat ini, industri hasil tembakau juga tengah menghadapi rencana pembatasan kadar tar dan nikotin serta larangan penggunaan bahan tambahan. Jika seluruh regulasi ini berjalan serentak, unsur pembeda antarproduk akan musnah, yang berujung pada ancaman pemutusan hubungan kerja massal di sektor padat karya serta hilangnya kontribusi penerimaan negara.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Kesehatanrokok ilegalkemasan poloscukai rokokindustri tembakau

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap