Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Rupiah Kian Tertekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Tarif Impor Trump

Wahyu SuryaniDiterbitkan 26 Jul 2026 - 07.00 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Kian Tertekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Tarif Impor Trump
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Jelang penutupan pekan, mata uang Garuda harus kembali menelan pil pahit di pasar spot global. Rupiah dibuka melemah cukup signifikan ke level Rp17.930 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi, 24 Juli 2026. Berdasarkan data Refinitiv, pelemahan sebesar 0,22 persen ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana rupiah ditutup terdepresiasi 0,08 persen di posisi Rp17.890 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi cerminan nyata dari rentannya mata uang negara berkembang di tengah pusaran sentimen global yang kian memanas.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang menjadi tolok ukur kekuatan 'greenback' terhadap enam mata uang utama dunia sebenarnya sempat terpantau melemah tipis 0,06 persen ke posisi 101,392 pada pukul 09.00 WIB. Namun, koreksi minor ini terjadi setelah indeks tersebut melonjak 0,32 persen pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Secara keseluruhan, indeks dolar masih kokoh bertengger di sekitar level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, mempertahankan posisinya di atas angka 101 yang terus menekan pergerakan mata uang mitra dagang AS.

Baca Juga

Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Tekanan terhadap rupiah kali ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak mentah dunia kembali menembus angka US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei lalu. Lonjakan ini dipicu oleh serangan kelompok Houthi Yaman terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar karena mengancam dua jalur logistik energi vital dunia sekaligus, yaitu Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menjanjikan respons militer skala besar terhadap Iran dan kelompok Houthi, yang berpotensi memperpanjang ketidakpastian pasokan energi global.

Selain faktor energi, sentimen negatif juga datang dari kebijakan perdagangan proteksionis yang diusung oleh pemerintahan Donald Trump. Washington berencana menerapkan tarif baru sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap produk impor dari 60 negara mitra dagang yang dianggap lemah dalam penegakan aturan larangan tenaga kerja paksa. Indonesia masuk dalam daftar negara yang terkena tarif 10 persen tersebut, bersanding dengan negara-negara lain seperti Malaysia, India, Kanada, Inggris, Meksiko, Pakistan, dan Bangladesh. Tarif baru ini menggantikan skema tarif global sementara yang masa berlakunya habis pada hari Jumat ini.

Baca Juga

Pefindo Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA untuk BTN dengan Prospek Stabil

Pefindo Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA untuk BTN dengan Prospek Stabil

Kombinasi antara lonjakan harga minyak dan ancaman tarif perdagangan baru ini kembali menyalakan alarm inflasi global yang diperkirakan akan bertahan lebih lama. Akibatnya, imbal hasil (yield) US Treasury merangkak naik, membuat aset-aset berdenominasi dolar AS kembali menjadi primadona bagi para investor global. Bagi rupiah, situasi ini mempersempit ruang gerak untuk melakukan pemulihan. Selama ketegangan geopolitik dan proteksionisme dagang AS masih mendominasi pasar, mata uang Garuda tampaknya masih harus berjuang ekstra keras untuk keluar dari zona merah.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi globalharga minyakrupiahnilai tukardolar astarif impor trump

Berita Terbaru Lainnya

Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510Pemprov DKI Alokasikan Rp 250 Juta untuk Kajian Ikan Sapu-Sapu di Perubahan APBD 2026Hampir 50 Persen Dana Presiden untuk Penanganan Gempa NTT sudah DisalurkanNgenes! Tragedi 19 Kebakaran Kapal di Laut RI Biang Keroknya SamaDuo Maling Gagal Ditangkap Warga di Bogor, Sempat Kabur ke Semak-semakMantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal DuniaLedakan LPG di Tambora, Satu Orang Luka BakarWN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap