Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Rupiah Melemah ke Level 17.963 per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik Global

Uria KilaDiterbitkan 25 Jul 2026 - 18.50 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Melemah ke Level 17.963 per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik Global
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Pasar keuangan domestik kembali menghadapi tekanan eksternal yang cukup berat pada penghujung pekan ini. Nilai tukar rupiah terpantau mengalami koreksi dan ditutup melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat sore tanggal 24 Juli. Berdasarkan data pasar terbaru, mata uang Garuda harus rela kehilangan posisinya setelah melemah sebesar 27 poin atau sekitar 0,15 persen dari penutupan hari sebelumnya, sehingga kini bertengger di level Rp17.963 per dolar AS.

Pelemahan yang terjadi pada mata uang Garuda ini tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang kian memanas. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah yang terus bergejolak menjadi pemicu utama kecemasan para pelaku pasar saat ini. Ketegangan bersenjata di wilayah tersebut telah memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi global, yang pada gilirannya mendongkrak harga minyak mentah dunia ke level yang lebih tinggi dan menekan stabilitas ekonomi negara pengimpor minyak.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli

Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli

Kenaikan harga komoditas energi ini memicu efek domino yang langsung dirasakan oleh pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Lukman, situasi ini mendorong munculnya sentimen menghindari risiko atau risk-off yang kuat di kalangan investor global maupun domestik. Akibatnya, banyak investor memilih untuk menarik dana mereka dari aset-aset berisiko tinggi demi mengamankan modal. Tekanan terhadap rupiah pun semakin berat karena adanya aliran modal asing yang keluar dalam jumlah cukup masif dari pasar ekuitas dalam negeri selama periode perdagangan ini.

Jika melihat peta pergerakan mata uang di kawasan Asia, nasib rupiah tampak kontras dengan beberapa mata uang tetangga yang justru berhasil memanfaatkan situasi. Pergerakan mata uang di benua kuning cenderung bervariasi terhadap greenback. Beberapa di antaranya berhasil menguat, seperti yuan China yang naik tipis 0,02 persen, dolar Singapura yang terapresiasi 0,02 persen, yen Jepang yang tumbuh 0,08 persen, serta won Korea Selatan yang memimpin penguatan sebesar 0,81 persen. Di sisi lain, rupiah tidak sendirian dalam zona merah, sebab peso Filipina juga melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia turun 0,09 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,02 persen.

Baca Juga

Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Sementara itu, kondisi yang bertolak belakang terlihat jelas pada mata uang utama negara-negara maju yang kompak menunjukkan taji mereka di hadapan dolar AS. Euro Eropa terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen, diikuti oleh poundsterling Inggris yang menguat 0,12 persen. Penguatan juga dirasakan oleh dolar Australia yang terapresiasi sebesar 0,26 persen, dolar Kanada dengan kenaikan 0,05 persen, serta franc Swiss yang berhasil menguat 0,10 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa aset-aset dari negara maju masih menjadi pilihan aman bagi para pemilik modal di tengah ketidakpastian global yang sedang berlangsung.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

geopolitikpasar keuanganrupiahnilai tukardolar askurs

Berita Terbaru Lainnya

Mendag Wanti-Wanti UMKM Lokal, RI Diserbu Produk Asing Bermodal BesarDua Anggota DPRD Pemalang Dipanggil KPK Terkait Kasus Bupati AnomPesan Prabowo ke Kontingen Asian Games 2026, Jaga Semangat Pantang Menyerah demi BangsaSopir Alphard di Surabaya Tabrak Gerobak Bakso dan 10 Kendaraan, Ditangkap WargaKPK Buru Keterangan Stafsus Menhut soal Pengembalian Amplop Bupati KuansingKortas Tipidkor Ungkap Hasil Monitoring Program Kopdes Merah PutihHarga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak JuliApi Kebakaran Lahan Menjalar ke TPA Galuga, Lebih 42 Ha Terbakar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap