Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Internasional

Serbuan Migran ke Ceuta Berujung Penyesalan, Ribuan Orang Memilih Kembali ke Maroko

Rimba NainggolanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 09.06 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Serbuan Migran ke Ceuta Berujung Penyesalan, Ribuan Orang Memilih Kembali ke Maroko
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ribuan pencari suaka yang sebelumnya berbondong-bondong menerobos masuk ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini mulai mengambil keputusan untuk memutar balik langkah mereka. Gelombang kedatangan yang sempat memicu kekacauan di perbatasan tersebut perlahan surut seiring dengan banyaknya pendatang yang memilih pulang ke negara asal mereka, Maroko. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di wilayah Uni Eropa harus kandas setelah mereka berhadapan dengan realitas yang sangat berbeda dari ekspektasi awal. Setibanya di Ceuta, para pencari suaka ini justru dihadapkan pada penderitaan baru berupa kelaparan yang mendera, kelelahan fisik yang ekstrem, serta berbagai kesulitan hidup lainnya yang membuat mereka tidak memiliki pilihan selain kembali ke kampung halaman.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Pergerakan massa secara besar-besaran ini bermula dari informasi yang menyesatkan di dunia maya. Banyak dari mereka yang pada awalnya merasa tergiur setelah melihat tayangan video viral di berbagai platform media sosial. Selain itu, pesan berantai dari rekan-rekan mereka turut meyakinkan para pendatang bahwa perbatasan Ceuta yang selama ini dikenal dengan penjagaan ketatnya ternyata bisa ditembus dengan mudah. Terbuai oleh janji manis dan ilusi kebebasan, mereka nekat menyeberang. Namun, setibanya di wilayah kantong Spanyol tersebut, mereka harus menelan kekecewaan. Para pendatang baru menyadari bahwa tidak ada akses atau jalur yang mudah untuk bisa melanjutkan perjalanan mereka menyeberang menuju daratan utama Spanyol. Mereka justru terjebak di wilayah perbatasan tanpa kepastian masa depan.

Kekecewaan mendalam ini turut dirasakan oleh Brahim, seorang pria yang sehari-harinya bekerja di sebuah toko roti di Kota Fez, Maroko. Terbawa arus euforia, Brahim nekat meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk ikut menyeberangi perbatasan. Langkah berani ini ia ambil setelah menyaksikan sendiri ribuan orang melakukan pergerakan serupa. Sayangnya, impian Brahim hancur berantakan saat ia menginjakkan kaki di Ceuta. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang keras mempertahankan hidup selama tiga hari berturut-turut hanya dengan mengandalkan air minum. Ia sama sekali tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli makanan karena harga kebutuhan pokok di wilayah Spanyol tersebut terlampau tinggi. Sebagai perbandingan, Brahim menyebutkan bahwa satu porsi roti lapis tuna di sana dibanderol dengan harga mencapai 100 dirham, yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 193.000. Harga yang sangat tidak masuk akal bagi para pendatang yang datang dengan modal seadanya.

Baca Juga

Mengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030

Mengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030

Kesulitan logistik yang dialami oleh Brahim ternyata merupakan masalah umum yang menimpa hampir seluruh pendatang di kawasan tersebut. Berdasarkan penuturan mereka yang telah kembali ke Maroko, kondisi di Ceuta sangat tidak bersahabat bagi para pendatang baru. Mereka mengeluhkan banyaknya fasilitas umum, termasuk jaringan supermarket dan toko-toko kelontong, yang memilih untuk menutup tempat usaha mereka. Hal ini secara otomatis membuat pasokan makanan dan air minum menjadi sangat langka dan sulit didapatkan. Situasi yang serba tertutup ini digambarkan dengan sangat gamblang oleh seorang pekerja di pelabuhan Tanger Med yang menolak disebutkan identitasnya. Pekerja tersebut menyatakan bahwa kondisi di wilayah kantong Spanyol itu sangat mengecewakan, bahkan ia menganalogikan Ceuta layaknya sebuah penjara di mana segala sesuatunya ditutup rapat dan tidak ada satu pun aktivitas yang bisa dilakukan oleh para pendatang.

Penderitaan para pendatang tidak berhenti pada masalah kelaparan dan mahalnya harga makanan. Di tengah upaya untuk bertahan hidup, mereka juga harus menghadapi penolakan keras dari warga setempat. Beberapa pendatang menuding bahwa penduduk di El Principe, sebuah lingkungan di Ceuta yang mayoritas warganya merupakan keturunan Maroko, telah melakukan tindakan intimidasi. Penduduk lokal dituduh secara sengaja melakukan pengusiran paksa terhadap para pendatang yang mencoba mencari tempat berlindung di kawasan tersebut. Tuduhan ini diperkuat oleh kesaksian Yassine Ichou, seorang pria asal Maroko yang berprofesi sebagai pelayan. Yassine mengaku telah menjadi korban kekerasan fisik di mana dirinya dipukul dan dikejar oleh warga setempat hingga akhirnya terpaksa keluar meninggalkan kawasan El Principe.

Baca Juga

Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga Orang

Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga Orang

Sementara itu, krisis kemanusiaan ini juga memberikan tekanan luar biasa pada fasilitas sosial yang ada di Ceuta. Tempat-tempat penampungan yang disediakan untuk menolong para pendatang kini telah berada dalam kondisi kelebihan kapasitas. Seorang pekerja bantuan yang bertugas di pusat penampungan migran setempat mengonfirmasi bahwa fasilitas mereka saat ini sudah terisi penuh. Akibatnya, mereka sama sekali tidak memiliki ruang tersisa dan tidak mampu lagi menerima tambahan penghuni baru yang terus berdatangan mencari bantuan. Meskipun gelombang kepulangan ke Maroko terus terjadi setiap harinya, pekerja bantuan tersebut memperkirakan bahwa saat ini masih terdapat ribuan orang yang memilih untuk bertahan di wilayah kantong Spanyol itu dengan harapan situasi akan membaik.

Kondisi terkini di kawasan perbatasan sendiri mulai menunjukkan perubahan yang cukup drastis. Di Kota Fnideq, sebuah wilayah di Maroko yang berbatasan langsung dengan Ceuta, suasana terpantau jauh lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan laporan pada hari Sabtu, jalanan utama yang mengarah langsung ke titik perbatasan terlihat hampir kosong tanpa adanya penumpukan massa. Pemandangan sepi ini sangat bertolak belakang dengan situasi yang terjadi pada hari Kamis sebelumnya. Pada saat itu, kawasan perbatasan Fnideq dipadati oleh lautan manusia ketika ribuan orang berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yakni mencoba menerobos masuk ke wilayah Ceuta. Kini, seiring dengan pudarnya harapan dan kerasnya kenyataan di seberang perbatasan, kerumunan massa tersebut perlahan menghilang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SpanyolEropaCeutaMarokoKrisis Migran

Berita Terbaru Lainnya

Daftar 13 Kereta Api dari Stasiun Gambir yang Berhenti di Stasiun Jatinegara Imbas Acara di MonasMengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga OrangRyan McAidoo Curi Perhatian Enzo Maresca di Laga Pramusim Manchester City vs Inter MilanPolda Metro Jaya Agendakan Pemeriksaan Vicky Prasetyo Terkait Dua Laporan Dugaan PenipuanDilema Berbagi Lokasi dengan Pasangan, Antara Rasa Aman dan PrivasiJadwal Tayang House of the Dragon Season 3 Episode 7 dan Bocoran CeritaDaftar Film Baru dan Promo Bioskop Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap