Kawasan perairan Outer Port Limits (EOPL) Malaysia di Laut China Selatan kini menjadi sorotan setelah kapal tanker minyak asal Iran, Humanity, terpantau mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) miliknya saat melintas di wilayah tersebut. Langkah menonaktifkan sistem pelacakan ini diduga kuat dilakukan sebagai persiapan untuk memindahkan kargo minyak mentah melalui transfer antar-kapal (ship-to-ship transfer) kepada pihak perantara. Setelah proses pemindahan tersebut selesai, komoditas minyak mentah ini rencananya akan dikirimkan menuju China.
Aktivitas semacam ini mencerminkan masih padatnya lalu lintas perdagangan minyak Iran di kawasan perairan EOPL Malaysia yang memiliki luas sekitar 1.200 kilometer persegi. Transaksi di wilayah ini tetap berjalan aktif meskipun ketegangan geopolitik sedang meningkat, ditandai dengan perang selama lima bulan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Selain itu, aktivitas perdagangan ini tetap bertahan walau armada angkatan laut AS telah menerapkan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak tanggal 14 Juli lalu.








