Mundurnya Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, menyusul skandal kebocoran soal ujian nasional menjadi sorotan tajam di berbagai kalangan. Langkah pengunduran diri ini memicu gelombang aksi dan perayaan di berbagai wilayah. Salah satu perayaan tersebut dilakukan oleh para pendukung Partai Janata Kecoa (CJP) di kota Mumbai, India, pada Minggu, 26 Juli 2026. Peristiwa mundurnya pejabat tinggi negara ini memberikan pelajaran berharga mengenai pertanggungjawaban moral dan politik seorang pemangku kebijakan publik ketika kepercayaan masyarakat tercederai oleh kegagalan sistemik.
Skandal ini bermula dari bocornya dokumen National Eligibility cum Entrance Test (NEET), sebuah ujian seleksi nasional yang sangat krusial bagi masa depan akademik jutaan siswa di India. Kebocoran soal tersebut memicu gelombang demonstrasi besar-besaran dari kalangan mahasiswa dan pelajar di berbagai daerah. Bagi para demonstran, masalah ini bukan sekadar kesalahan teknis administratif, melainkan kegagalan negara dalam menjaga keadilan bagi jutaan peserta ujian yang telah berjuang dan berkorban selama bertahun-tahun demi menggapai cita-cita mereka.








