PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana melakukan renovasi dan pembenahan pada Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Penataan ulang fasilitas stasiun ini ditujukan agar Stasiun Gambir dapat kembali melayani perjalanan KRL Commuter Line sekaligus mengoptimalkan integrasi dengan moda transportasi massal lainnya di kawasan sekitar.
Proses pengerjaan dan perbaikan Stasiun Gambir ditargetkan berlangsung secara bertahap selama dua tahun. Pengembangan ini dilakukan untuk mewujudkan konektivitas antarmoda yang lebih terpadu, terlebih saat ini proyek pembangunan Stasiun MRT Jakarta sedang berlangsung di kawasan sekitar Gambir.
Integrasi Transportasi dan Tahapan Pengerjaan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa rencana pengembangan Stasiun Gambir berfokus pada penguatan integrasi transportasi publik di Jakarta. Dalam pelaksanaannya, KAI membagi tahapan proyek menjadi beberapa fokus pengerjaan.
Operasikan 2.991 Km Pipa Gas & 605 Km Pipa Minyak, Pertagas Genjot Pasokan Energi

Fokus awal dari proyek renovasi ini adalah menata operasional dan fasilitas layanan kereta api jarak jauh terlebih dahulu. Setelah penataan layanan kereta jarak jauh berjalan optimal, KAI kemudian akan menggarap penyediaan fasilitas operasional untuk KRL Commuter Line.
Saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap penyiapan aspek keselamatan dan infrastruktur. KAI terus berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan guna memastikan seluruh kesiapan teknis dan keselamatan jalur terpenuhi dengan baik.
Antisipasi Kepadatan dan Lonjakan Penumpang
Penataan Stasiun Gambir menjadi langkah antisipatif KAI dalam menghadapi kepadatan pengguna jasa kereta api yang terus meningkat. Berdasarkan data volume pergerakan penumpang hingga saat ini, Stasiun Gambir mencatat hampir 2,5 juta penumpang yang berangkat (naik) dan sekitar 2,2 juta penumpang yang tiba (turun).
KAI Siapkan Peningkatan Daya Listrik KRL Green Line untuk Rangkaian 12 Kereta

Jumlah pergerakan orang atau mobilitas di area Stasiun Gambir diperkirakan bisa mencapai hingga tiga kali lipat dari angka volume penumpang tersebut. Selain itu, pertumbuhan volume penumpang tahunan di stasiun ini diestimasi mengalami kenaikan sebesar 8 persen hingga 12 persen per tahun, yang menyebabkan stasiun menjadi sangat padat jika tidak ditata ulang.
KAI menyatakan akan membagikan alur waktu atau timeline pelaksanaan proyek kepada masyarakat luas setelah seluruh persiapan teknis maupun administratif selesai dirampungkan. Guna meminimalkan dampak pekerjaan fisik terhadap kenyamanan penumpang, KAI juga berencana menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi secara berkala untuk mengantisipasi potensi kepadatan selama proses konstruksi berlangsung di Stasiun Gambir.






