Berita Viral Terkini

Status Alphard Terungkap Usai Polisi Terlibat Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI

Marthen PalutunganPublished 25 Jul 2026 - 15.051 Reads
Bagikan WhatsAppX
Status Alphard Terungkap Usai Polisi Terlibat Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI
Ilustrasi Hukum. Foto: Liputan 6.
A-A+

Jalanan ibu kota sering kali menjadi panggung gesekan ego, bahkan di antara mereka yang sama-sama bertugas menjaga ketertiban. Insiden keributan antara seorang petugas keamanan bernama Fiktor Harefa dengan penumpang mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, menjadi cerminan nyata dari dinamika ini. Belakangan terungkap bahwa mobil mewah yang ditumpangi oleh tiga anggota polisi tersebut bukanlah kendaraan dinas operasional, melainkan kendaraan pribadi. Hal ini menegaskan bahwa perselisihan tersebut terjadi di ranah personal, meski melibatkan aparat penegak hukum.

Ketegangan ini bermula dari hal sederhana namun krusial bagi keselamatan publik, yaitu kepatuhan lalu lintas. Fiktor saat itu tengah mengawal penyeberang jalan ketika lampu lalu lintas di Bundaran HI berubah merah. Namun, mobil Alphard tersebut kedapatan menerobos lampu pelarangan tersebut. Demi menyelamatkan nyawa para pejalan kaki, Fiktor yang merasa kesal refleks memukul kaca mobil sembari meneriakkan peringatan agar pengemudi berhenti. Tindakan ini memicu reaksi keras dari dalam mobil hingga tiga orang penumpang, termasuk sang sopir, turun dan terlibat aksi saling dorong dengan Fiktor.

Also Read

Langkah Senyap Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Menuju Sel Tahanan KPK

Untuk meredakan situasi di tengah jalan yang padat, Fiktor berinisiatif membawa perselisihan ini ke Pos Polisi Thamrin agar diselesaikan di hadapan petugas. Di sana, kepala pos polisi setempat sempat menegur Fiktor karena tindakan memukul kaca mobil dinilai tidak tepat. Fiktor pun berbesar hati meminta maaf atas tindakannya tersebut. Namun, ketegangan rupanya belum sepenuhnya mereda setelah mereka keluar dari pos polisi, di mana sopir Alphard dilaporkan sempat mencengkeram kerah baju Fiktor dan memarahinya kembali sebelum akhirnya situasi mereda.

Meski sempat diwarnai intimidasi fisik, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan melalui jalur mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Metro Menteng. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengonfirmasi bahwa Fiktor dan pihak pengemudi telah saling memaafkan dan mengakui kesalahan masing-masing. Kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, juga membenarkan bahwa kliennya kini hanya ingin fokus melanjutkan pekerjaannya dan menganggap kesalahpahaman tersebut telah selesai.

Also Read

Kasus Alphard Terobos Lampu Merah Tetap Diusut Meski Sopir dan Satpam Sepakat Damai

Walaupun masalah personal telah disepakati damai, konsekuensi hukum bagi para personel polisi tersebut tidak berhenti begitu saja. AKBP Braiel menegaskan bahwa dugaan pelanggaran lalu lintas berupa penerobosan lampu merah kini ditangani oleh Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya. Tidak hanya itu, sikap arogan yang ditunjukkan oleh para penumpang Alphard tersebut juga berbuntut panjang karena Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat kini turun tangan untuk menyelidiki pelanggaran disiplin mereka secara internal.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca