Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Sains

Studi Terbaru Mengungkap Venus Ternyata Masih Aktif Secara Geologis

Yolanda TobanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 04.07 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Studi Terbaru Mengungkap Venus Ternyata Masih Aktif Secara Geologis
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Selama bertahun-tahun, kalangan ilmuwan memandang Venus sekadar sebagai planet panas dengan suhu ekstrem yang telah mati secara geologis. Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience mengubah pandangan tersebut secara signifikan. Penelitian ini mengungkap bahwa planet tetangga Bumi tersebut kemungkinan besar masih aktif secara geologis dan terus mengalami perubahan nyata pada permukaannya hingga saat ini. Bukti utama dari dinamika ini ditemukan pada bentang alam berupa lembah retakan raksasa yang diperkirakan terbentuk jauh lebih baru daripada asumsi ilmuwan sebelumnya.

Sebelumnya, perkiraan yang beredar luas menyebutkan bahwa retakan raksasa di permukaan Venus berusia lebih dari 100 juta tahun dan hanya merupakan sisa-sisa dari aktivitas geologi kuno. Pandangan tersebut kini dipatahkan oleh riset yang dipimpin oleh Taras Gerya, Profesor Geodinamika di ETH Zurich, bersama penulis utama Xi Yang. Tim peneliti memanfaatkan teknologi simulasi komputer tiga dimensi beresolusi tinggi untuk meneliti secara rinci bagaimana retakan-retakan raksasa di permukaan planet tersebut terbentuk sekaligus berkembang. Hasil pemodelan mutakhir ini menunjukkan bahwa sebagian retakan ternyata tergolong masih muda secara geologis, yang memperkuat dugaan bahwa aktivitas tektonik di Venus sebenarnya masih terus berlangsung.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Berdasarkan model simulasi yang dijalankan, retakan di permukaan Venus terbukti dapat melebar dengan kecepatan sekitar 3 hingga 10 sentimeter setiap tahunnya. Pada saat retakan tersebut dalam kondisi aktif, struktur berupa punggungan tinggi akan terbentuk di kedua sisinya. Ketika aktivitas tektonik akhirnya berhenti, struktur punggungan tinggi itu perlahan melandai. Mekanisme perubahan bentang alam ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Bumi. Jika permukaan Bumi terus-menerus mengalami erosi akibat air dan angin, perubahan bentuk permukaan di Venus terjadi karena lapisan keraknya secara perlahan mengalami relaksasi atau mengendur setelah sebelumnya meregang.

Baca Juga

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak Keras

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak Keras

Keakuratan model simulasi komputer tiga dimensi tersebut mendapatkan validasi penting ketika dibandingkan dengan data observasi nyata. Struktur bentang alam yang dihasilkan dari simulasi peneliti ternyata memiliki kemiripan yang kuat dengan citra permukaan Venus yang diabadikan oleh wahana Magellan milik NASA pada era 1990-an. Kesesuaian antara model komputer dan citra wahana ini menjadi bukti kuat yang mendukung keberadaan aktivitas geologi di bawah permukaan planet, sekaligus menegaskan bahwa sebagian lembah retakan di sana memang masih relatif muda. Menanggapi temuan krusial ini, Taras Gerya menyatakan, "Hasil penelitian ini membantu kita menilai aktivitas tektonik di Venus dengan lebih baik."

Pemahaman baru mengenai dinamika geologi Venus ini memberikan dampak langsung terhadap perencanaan eksplorasi antariksa di masa depan. Temuan riset ini akan membantu para ilmuwan dalam menentukan lokasi-lokasi spesifik di permukaan Venus yang berpotensi masih aktif secara geologis, sehingga dapat dijadikan target utama pengamatan. Saat ini, minat untuk meneliti Venus memang terus meningkat, seiring dengan persiapan serangkaian misi baru yang digarap oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Salah satu agenda penting yang tengah disiapkan adalah misi EnVision milik ESA yang dijadwalkan meluncur pada awal dekade 2030-an. Misi ini dirancang secara khusus untuk memetakan permukaan serta mempelajari struktur bagian dalam Venus secara mendalam.

Baca Juga

Mahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AI

Mahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AI

Secara keseluruhan, riset terbaru ini memberikan tambahan bukti esensial bahwa Venus bukanlah sekadar dunia panas yang statis, melainkan planet yang kemungkinan masih terus mengalami evolusi dan perubahan geologi aktif hingga sekarang. Pengetahuan mengenai dinamika tektonik dan usia retakan di Venus diharapkan mampu membuka jalan bagi para ilmuwan untuk memahami lebih jauh tentang proses evolusi planet berbatu secara umum. Pemahaman tersebut tidak hanya berlaku untuk planet tetangga kita, melainkan juga sangat berguna untuk mempelajari sejarah evolusi Bumi serta planet-planet berbatu serupa yang berada di luar tata surya.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

geologiVenusAstronomiETH ZurichESA EnVision

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap