Berita Viral Terkini

Sudaryono Cari Jalan Keluar Atasi Tunggakan Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis

Yolanda TobanPublished 25 Jul 2026 - 10.000 Reads
Bagikan WhatsAppX
Sudaryono Cari Jalan Keluar Atasi Tunggakan Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi Nasional. Foto: CNN Indonesia - Ekonomi.
A-A+

Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu pilar penting pemerintah kini tengah diuji dari sisi operasionalnya. Di balik piring-piring makanan bergizi yang disajikan untuk anak-anak di wilayah terpencil, tersimpan cerita perjuangan para mitra lokal yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T. Selama berbulan-bulan, para penyedia makanan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal ini harus bertahan dalam ketidakpastian akibat pembayaran yang mandek. Persoalan ini akhirnya membawa mereka langsung ke depan pintu Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menuntut kejelasan nasib.

Suasana di depan kantor BGN sempat diwarnai ketegangan ketika petugas keamanan meminta massa dari APGI 3T untuk meninggalkan area. Namun, situasi tersebut mencair saat Kepala BGN, Sudaryono, memutuskan untuk turun langsung menemui para perwakilan mitra yang datang dari berbagai pelosok negeri, mulai dari Aceh, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua. Pertemuan tersebut berjalan emosional. Salah seorang perwakilan dari Papua Barat bahkan meneteskan air mata, menceritakan beban berat yang harus ditanggungnya selama empat bulan bertahan di Jakarta demi memperjuangkan haknya, sementara rumahnya terancam disita akibat tunggakan yang belum terbayar.

Also Read

MUI Tegaskan Penolakan Terhadap LGBTQ dalam Kongres Umat Islam Indonesia

Selama sekitar satu tahun terakhir, para pengusaha lokal ini telah mendedikasikan diri sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Awalnya, proses pembayaran berjalan relatif lancar dengan tenggat waktu evaluasi selama 35 hari. Namun, kini ketidakpastian telah menyelimuti mereka selama hampir sembilan bulan. Bagi para mitra di daerah 3T, masalah utama yang mereka hadapi bukan sekadar keterlambatan pencairan dana, melainkan ketiadaan informasi yang jelas mengenai kapan hak-hak mereka akan dipenuhi. Ketidakpastian inilah yang mencekik arus kas operasional mereka di daerah.

Merespons keluhan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa BGN tidak melihat APGI 3T sebagai pihak luar atau bawahan, melainkan sebagai rekan sejawat yang setara dalam menyukseskan program nasional ini. Sudaryono menyatakan bahwa dirinya telah mempelajari masalah ini sejak awal menjabat sebagai Kepala BGN. Ia pun berkomitmen untuk merumuskan skema penyelesaian yang adil agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam kerja sama ini. Melalui pendekatan persuasif, ia meminta waktu kepada para mitra untuk merampungkan formula penyelesaian yang saat ini sedang digodok oleh timnya.

Also Read

Menteri Pertanian Siapkan Nama Calon Wakil Menteri Baru Pendampingnya

Dalam pertemuan yang direkam secara terbuka tersebut, Sudaryono menjamin bahwa skema yang tengah disiapkan akan dipertanggungjawabkan secara transparan. Ia juga menginstruksikan jajaran hubungan masyarakat BGN untuk terus memberikan informasi perkembangan terbaru kepada para mitra secara berkala agar tidak ada lagi ruang bagi ketidakpastian. Langkah ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis ke depan, sekaligus memulihkan kepercayaan para mitra lokal yang menjadi ujung tombak pemenuhan gizi di wilayah-wilayah tersulit di Indonesia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca