Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memulai uji coba terbatas penggunaan tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) berukuran 3 kilogram (kg) pada September 2026. Pengujian skala kecil ini disiapkan sebagai penjajakan awal untuk melihat kelayakan CNG sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga.
Langkah ini menandai pergeseran pemanfaatan CNG di tanah air. Sebelumnya, distribusi bahan bakar gas terkompresi tersebut masih terkonsentrasi pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram. Penggunaannya pun baru menyentuh sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), serta pemenuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada tahap awal pengembangan ukuran 3 kg, uji coba direct usage selama satu bulan ini belum dibuka secara luas, melainkan dibatasi untuk masyarakat di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Perbasi Skors Pelatih Basket Jateng 10 Tahun Akibat Kekerasan Pemain

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pengujian lapangan sudah memasuki tahap pemakaian langsung. Melalui pengujian ini, pemerintah ingin mengumpulkan data menyeluruh terkait aspek fungsional maupun interaksi pengguna.
"Kami akan dapatkan evaluasi September ini, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Laode Sulaeman.
Tantangan Teknis dan Pengurangan Impor
Kendati menawarkan potensi diversifikasi energi, pengemasan CNG ke dalam ukuran kecil menuntut standar keselamatan yang ketat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa aspek teknis menjadi perhatian utama dalam proses uji coba, terutama menyangkut perbedaan besaran tekanan gas.
Terduga Pelaku Penembakan Mematikan di Acara Rave Swis Ditangkap

Secara teknis, tekanan gas CNG berkisar antara 200 hingga 250 bar. Angka tersebut jauh lebih tinggi dan memerlukan ketahanan tabung yang lebih kuat jika dibandingkan dengan tekanan tabung liquefied petroleum gas (LPG) yang berada di kisaran 5 hingga 0 bar.
Kementerian ESDM terus mengkaji penggunaan tabung CNG 3 kg sebagai opsi pengganti LPG 3 kg demi mengurangi beban ketergantungan impor energi nasional. Rencana substitusi ini didukung oleh temuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang dinilai berpotensi menyokong kebutuhan pasokan energi domestik ke depan.






