Keputusan Perry Warjiyo untuk meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia secara mendadak memicu rentetan reaksi di level domestik maupun internasional. Pengunduran diri yang terjadi dua tahun sebelum masa kepemimpinannya resmi berakhir ini telah diterima oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut keterangan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, alasan di balik berhentinya Perry murni didasari oleh urusan pribadi, sekaligus menepis isu bahwa masalah kesehatan menjadi penyebab utamanya. Pemerintah turut menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian selama tujuh tahun yang telah diberikan Perry dalam memimpin otoritas moneter tersebut. Hingga saat ini, Presiden Prabowo belum menetapkan nama yang akan mengisi posisi gubernur definitif.








