Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya berjalan kaki di trotoar yang baru saja selesai dibangun, tetapi Anda justru harus terus mengalah dan menepi karena terdesak oleh laju sepeda motor? Pertanyaan praktis ini menggambarkan realitas sehari-hari yang harus dihadapi oleh para pejalan kaki di kawasan Bogor. Di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, fungsi trotoar sebagai hak mutlak pejalan kaki kini telah bergeser menjadi jalur alternatif bagi kendaraan roda dua yang ingin menghindari rute memutar.
Pada Kamis pagi, 6 Agustus 2026, situasi di trotoar sepanjang Jalan Alternatif Sentul terpantau sangat ramai. Namun, keramaian tersebut bukan disebabkan oleh masyarakat yang berjalan kaki, melainkan oleh deretan sepeda motor yang melintas di atasnya. Fenomena ini mulai terlihat sejak pukul 06.30 WIB, bertepatan dengan jam sibuk ketika para siswa berangkat menuju sekolah. Setiap beberapa menit sekali, ada saja pengendara roda dua yang nekat naik ke trotoar untuk menerobos jalur tersebut.








