Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan kawasan Indonesia Timur memegang peran strategis dalam mengakselerasi pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato kunci dalam ajang National Building Conference 2026 di Gedung Dome Harvest, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Ribka, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk melangkah maju, termasuk adanya bonus demografi dari total populasi yang kini mencapai sekitar 286 juta jiwa. Potensi sumber daya manusia dan kewilayahan yang luas ini harus dikelola optimal agar mampu menopang pertumbuhan nasional secara merata hingga ke pelosok timur.
Guna merealisasikan target jangka panjang tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah yang terangkum dalam Asta Cita. Langkah ini mencakup penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan lewat pengembangan lumbung pangan dan optimalisasi lahan pertanian, percepatan infrastruktur, pembangunan sekolah terintegrasi, serta beragam skema pengentasan kemiskinan.
Mendagri Kirim Tim Bantu Kependudukan Korban Gempa NTT, 11 Ribu Dokumen Terbit

Dorong Kolaborasi PSN dan Tata Kelola di Papua
Secara khusus, Ribka menyoroti pembangunan wilayah timur melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Pelaksanaan proyek infrastruktur di kawasan tersebut diakui masih menghadapi sejumlah tantangan nyata di lapangan. Karena itu, sinergi lintas sektor serta dukungan penuh masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam mengeksekusi setiap program. Nilai-nilai seperti partisipasi, transparansi, kepatuhan hukum, akuntabilitas, efisiensi, keadilan, profesionalisme, dan integritas dinilai wajib melekat pada seluruh jajaran pelaksana kebijakan.
Kejagung Siapkan Tiga Instrumen Hukum Tangani Kebakaran Hutan

Konferensi nasional tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, antara lain anggota DPD RI asal Papua Barat Filep Wamafma, Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah Diben Elaby, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Johni Jonatan Numberi, Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua Rosaline Irene Rumaseuw, serta Ketua STT Internasional Harvest Indonesia Daniel Runtuwene.






