Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memastikan seluruh korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan pelayanan medis tanpa dipungut biaya. Pembiayaan fasilitas kesehatan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui skema Dana Siap Pakai (DSP) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kementerian Kesehatan telah menyepakati mekanisme pelayanan bersama BPJS agar masyarakat terdampak dapat langsung mengakses fasilitas kesehatan. Biaya klaim penanganan korban selanjutnya akan dibayarkan oleh BNPB melalui alokasi dana darurat tersebut.
Residivis Narkoba di Pariaman Kembali Ditangkap, Polisi Sita Sabu dan Ganja

Langkah penanganan medis ini menyusul dampak parah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores. BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 111 jiwa per Jumat (28/8). Angka kematian tertinggi berada di Kabupaten Manggarai dengan 45 korban jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 38 jiwa, dan Kabupaten Nagekeo sebanyak 13 jiwa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 8.794 kali gempa susulan hingga Jumat (28/8). Rangkaian gempa susulan tersebut berkisar antara magnitudo 1 hingga magnitudo 6,2, dengan 152 getaran di antaranya dirasakan secara nyata oleh masyarakat setempat.
Kebakaran Landa Dapur Gizi dan Ruang Laundry RSSA Malang

Selain percepatan layanan kesehatan, BNPB melaporkan pengiriman 1.911 ton logistik ke wilayah terdampak gempa di NTT. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyatakan bahwa 1.763 ton bantuan logistik telah disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak, meskipun jalur distribusi ke sejumlah titik di Manggarai Timur sempat terkendala akses transportasi.






