PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) memperkenalkan inovasi hunian modular pracetak bernama WHOME dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2 Jakarta. Teknologi ini dikembangkan untuk mempercepat pembangunan hunian massal yang tahan gempa sekaligus ramah lingkungan, guna mendukung realisasi Program Tiga Juta Rumah.
Director of Engineering and Production WIKA Beton, Verly Widiantoro, menjelaskan bahwa inovasi WHOME dirancang melalui riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Seluruh komponen rumah diproduksi di pabrik sebelum dikirim dan dirakit langsung di lokasi proyek, mengacu pada ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait ketahanan gempa.
Berdasarkan dua kali uji lapangan yang telah dilakukan WIKA Beton, struktur hunian WHOME dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari. Sementara itu, proses pengerjaan hingga tahap berperabot lengkap (furnished) memerlukan waktu sekitar 10 hari.
Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

Selain aspek kecepatan dan ketahanan struktur, WIKA Beton memanfaatkan limbah industri seperti fly ash dari batu bara serta slag dari limbah besi ke dalam material bangunannya. Teknologi modular ini tercatat telah diterapkan dalam proyek pembangunan hunian di Aceh Tamiang.
Untuk menangani proyek di wilayah dengan kondisi khusus, WIKA Beton dapat menempatkan fasilitas produksi mobile plant lebih dekat ke area pembangunan. Kapasitas produksi perseroan untuk proyek di kawasan Tamiang tersebut diperkirakan mampu mencapai sekitar 5.000 unit rumah per bulan.
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Ajang Danantara Housing Expo 2026 sendiri mempertemukan ekosistem BUMN properti, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan pengembang swasta. Pameran ini turut menghadirkan beragam kemudahan pembiayaan bagi masyarakat, termasuk penawaran uang muka mulai dari 1 persen serta tenor pembiayaan jangka panjang.






