Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang melanda wilayah Jakarta memicu kelangkaan serta lonjakan harga masker di pasaran. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang secara tegas meminta para penjual tidak memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan berlebih.
Pramono mengingatkan bahwa masker merupakan kebutuhan penting bagi keselamatan masyarakat untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Ia juga menyoroti potensi aksi borong atau panic buying yang dapat memperparah kelangkaan stok serta melambungkan harga masker hingga ratusan ribu rupiah.
"Saya minta untuk tidak menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan (harganya)," tegas Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).
IndexPolitica, Kinerja Mentan Amran Raih Skor 91, Tertinggi di Kabinet

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana terus membagikan masker secara gratis di sejumlah titik ruang publik. Penyaluran bantuan masker tersebut sebelumnya sudah dilakukan Pemprov DKI guna menekan dampak sebaran debu vulkanis yang mengganggu aktivitas harian warga di beberapa wilayah ibu kota.
Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati mengimbau warga agar tetap waspada terhadap bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, partikel halus pada abu vulkanik sangat rentan mengiritasi saluran pernapasan, memicu batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit paru.
Water Mist Buat Sebaran PM10 dan PM2.5 di Jakarta Menyempit

PVMBG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi kegiatan di luar ruangan serta mengenakan masker dengan kerapatan tinggi seperti jenis N95, KN95, atau yang setara. Jika masker jenis tersebut sulit didapat, warga dapat menggunakan masker bedah sebagai alternatif darurat.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta penderita gangguan pernapasan diminta ekstra berhati-hati. Warga yang mengalami keluhan sesak napas berat atau nyeri dada diimbau segera mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.






