Pembangunan kembali Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang berlokasi di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, dipastikan akan segera dilaksanakan. Infrastruktur penyeberangan tersebut sebelumnya telah dua kali mengalami kerusakan berat dan terputus akibat diterjang bencana banjir. Pada rencana pembangunan yang ketiga kalinya ini, proyek jembatan tersebut telah resmi mendapatkan kepastian dukungan anggaran sebesar Rp 47,5 miliar melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk tahun anggaran 2026.
Kepastian pembangunan jembatan ini disampaikan oleh Andre Rosiade seiring dengan terpenuhinya seluruh kelengkapan administrasi dan rekomendasi teknis yang dipersyaratkan. Setelah seluruh dokumen serta rekomendasi teknis terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum langsung memasukkan pembangunan Jembatan Kayu Gadang Sikabu ke dalam program Inpres Jalan Daerah tahun 2026. Keberadaan jembatan ini merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat Sikabu dan wilayah sekitarnya. Tanpa adanya jembatan ini, warga terpaksa harus memutar perjalanan dengan jarak sekitar 10 kilometer ke arah jembatan lain guna melintas dan menjalankan aktivitas harian.
KPK Ungkap Dugaan Jual Beli 73 Kuota Mahasiswa Jalur Mandiri oleh Rektor Unsoed

Riwayat kerusakan Jembatan Kayu Gadang Sikabu mencatat bahwa infrastruktur ini pertama kali terdampak bencana banjir pada tahun 2017. Setelah kejadian tersebut, jembatan dibangun kembali pada tahun 2019 dengan menggunakan dukungan dana hibah dari BNPB yang bernilai sekitar Rp 26 miliar. Namun, pada tahun 2022, jembatan tersebut kembali roboh dan rusak setelah baru sekitar dua tahun digunakan oleh masyarakat luas. Kerusakan berulang ini menjadikan proyek terbaru nantinya sebagai pembangunan jembatan untuk yang ketiga kalinya di titik lokasi yang sama.
Sebagai upaya pencegahan agar kerusakan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, BPJN telah berkoordinasi secara aktif dengan pihak pemerintah daerah dan Balai Teknik Sungai guna mendapatkan rekomendasi teknis yang tepat mengenai kondisi sungai setempat. Rekomendasi teknis yang diberikan mencakup aspek penting terkait kedalaman fondasi konstruksi serta sistem proteksi jembatan. Langkah ini disusun untuk memastikan struktur jembatan memiliki ketahanan teknis yang optimal terhadap karakteristik dan dinamika aliran sungai di kawasan Nagari Sikabu.
3 Klaster Kasus Rektor Unsoed, Ada yang Bayar Rp 650 Juta Masuk FK, tapi Ketolak

Mengenai linimasa pengerjaan proyek, Bupati Padang Pariaman John Kennedi Azis berharap proses pembangunan fisik jembatan dapat dimulai sekitar bulan November 2026. Tahapan persiapan pembangunan saat ini masih terus berproses, di mana proses tender akan segera dilakukan setelah surat keputusan atau SK beserta alokasi anggarannya resmi dikeluarkan. Pembangunan kembali akses penyeberangan ini diharapkan mampu memulihkan mobilitas warga yang selama ini harus menempuh rute memutar yang cukup jauh.






