Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

APTRI Dukung Kebijakan Wajib Bangun Kebun Tebu bagi Pabrik Gula Rafinasi

Togar SiregarDiterbitkan 31 Jul 2026 - 18.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
APTRI Dukung Kebijakan Wajib Bangun Kebun Tebu bagi Pabrik Gula Rafinasi
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPP APTRI) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah yang mewajibkan seluruh pabrik gula rafinasi untuk membangun kebun tebu sendiri. Kebijakan ini dinilai sebagai sebuah langkah yang sangat krusial guna memperkuat pasokan bahan baku di dalam negeri sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional. Keterlibatan pabrik gula rafinasi secara langsung di sektor hulu diyakini akan memberikan dampak positif bagi ekosistem industri gula di Tanah Air.

Ketua Dewan Pembina DPP APTRI, HM Arum Sabil, menyampaikan pernyataan dukungan tersebut melalui sebuah keterangan resmi di Jakarta pada hari Kamis. Menurut penuturannya, penguatan sektor pergulaan harus senantiasa dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pelaku industri yang ada. Ia memandang bahwa keberadaan Pabrik Gula Kristal Putih (GKP) dan Pabrik Gula Rafinasi (GKR) merupakan dua pilar utama yang sangat penting. Kedua pilar ini harus saling memperkuat satu sama lain dalam upaya membangun serta memajukan industri gula nasional ke arah yang lebih baik.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam pandangannya lebih lanjut, Arum mengusulkan agar pabrik gula rafinasi tidak lagi hanya berfokus pada peran mengolah gula mentah impor guna memenuhi tingginya kebutuhan sektor industri. Sebaliknya, entitas pabrik gula rafinasi tersebut didorong untuk mulai menanamkan investasi secara nyata di sektor hulu. Langkah investasi ini dapat diwujudkan melalui pembangunan lahan perkebunan tebu sendiri serta menjalin kemitraan yang erat dan saling menguntungkan dengan para petani tebu lokal. Hal ini diharapkan mampu memperluas jangkauan kemitraan sekaligus meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Dukungan terhadap integrasi sektor hulu dan hilir ini sejalan dengan proyeksi peningkatan kinerja sektor pergulaan nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data proyeksi untuk tahun 2026 mendatang, luas areal perkebunan tebu nasional diperkirakan akan mengalami perkembangan dari 563 ribu hektare menjadi 576.537,70 hektare. Peningkatan luas lahan budidaya ini juga diiringi dengan proyeksi kenaikan tingkat produktivitas tebu dari 69,35 ton per hektare menjadi 70,87 ton per hektare. Selain itu, tingkat rendemen tebu juga diproyeksikan akan meningkat dari 6,83 persen menjadi 7,45 persen.

Baca Juga

Harga Emas Antam Naik ke Rp2,623 Juta per Gram pada Jumat (31/7)

Harga Emas Antam Naik ke Rp2,623 Juta per Gram pada Jumat (31/7)

Dengan adanya perbaikan pada berbagai indikator budidaya tersebut, total produksi Gula Kristal Putih (GKP) secara nasional pada tahun 2026 diproyeksikan mampu mencapai angka sekitar 3,044 juta ton. Angka proyeksi ini menunjukkan peningkatan yang cukup berarti apabila dibandingkan dengan realisasi produksi pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2,67 juta ton. Jumlah produksi yang diproyeksikan tersebut diperkirakan akan melampaui total kebutuhan gula untuk konsumsi rumah tangga secara nasional, yang saat ini berada di kisaran 2,9 juta ton per tahun.

Meskipun kebutuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan dapat terpenuhi, tantangan masih ada pada sektor industri. Kebutuhan gula untuk sektor industri makanan dan minuman di Indonesia masih tergolong sangat tinggi, yakni berkisar antara 3,8 juta hingga 3,9 juta ton setiap tahunnya. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan hilirisasi industri gula agar seluruh kebutuhan, baik untuk konsumsi langsung masyarakat maupun kebutuhan bahan baku industri, dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri di masa mendatang.

Untuk menyokong pencapaian target-target besar tersebut, Kementerian Pertanian terus berupaya mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis di lapangan. Program-program yang dijalankan tersebut meliputi peremajaan kebun tebu rakyat, peningkatan produktivitas tanaman melalui penyediaan benih unggul, penerapan mekanisasi dalam proses budidaya, kepastian penyediaan pupuk bagi petani, pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, hingga upaya revitalisasi pabrik-pabrik gula yang sudah beroperasi.

Baca Juga

Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp 2.623.000 per Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp 2.623.000 per Gram

Terkait dengan upaya percepatan ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencapaian swasembada gula nasional hanya dapat terwujud secara nyata apabila sektor hulu dan hilir dapat bergerak bersama secara sinergis. Menurutnya, setiap pabrik gula mutlak perlu didukung oleh ketersediaan bahan baku yang memadai agar mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberikan kepastian pasar yang jelas bagi para petani tebu. Penguatan sektor hulu dinilai menjadi kunci utama bagi keberlanjutan industri gula nasional secara keseluruhan.

Kementerian Pertanian meyakini bahwa keterpaduan antara peningkatan produksi tebu di tingkat petani dan penguatan hilirisasi di tingkat pabrik akan memastikan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati oleh semua pihak. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan para pelaku industri, cita-cita untuk mencapai swasembada gula serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu diyakini dapat segera diwujudkan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Pertanianswasembada gulaAPTRIPabrik Gula RafinasiKebun Tebu

Berita Terbaru Lainnya

Harga Emas Antam Naik ke Rp2,623 Juta per Gram pada Jumat (31/7)Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp 2.623.000 per GramPetani Pulau Meti Andalkan Pengolahan Kopra sebagai Penopang Utama Ekonomi KeluargaStrategi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Era Suku Bunga Tinggi GlobalPemangkasan DBH Jakarta Capai Rp15 Triliun, HNW Sebut Pramono Anung Miliki Jalur Tol ke DPROegroseno Jelaskan Proses Hibah dan Pengadaan Lahan Sepolwan ke Kortas Tipidkor PolriPrabowo Panggil Destry Damayanti, Purbaya, dan Danantara ke Istana Usai Perry Warjiyo MundurDisparpora Bone Bolango Antisipasi Penurunan Wisatawan Akibat Cuaca Ekstrem

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap