Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan bahwa program perumahan baru akan segera dimulai pada rentang Oktober hingga November mendatang. Dalam pelaksanaan tahap awal tersebut, pemerintah akan menyerap sebanyak 2,5 juta genteng hasil produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pria yang akrab disapa Ara tersebut menjelaskan bahwa jutaan genteng tersebut seluruhnya diproduksi oleh para pelaku UMKM asal Purwakarta dan Majalengka. Penyerapan produk lokal ini ditujukan untuk menggerakkan perekonomian para perajin di daerah sekaligus memenuhi kebutuhan material pemukiman.
Dalam rincian distribusinya, sebanyak 500 ribu genteng dijadwalkan akan dikirimkan ke Purwakarta pada bulan depan. Sementara itu, sebanyak 2 juta genteng hasil produksi UMKM lainnya akan dikirimkan ke kawasan Jatiwangi, Majalengka.
25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Berstatus Awas Kekeringan, 62.076 Jiwa Terdampak

Kualitas Tersertifikasi dan Alasan Kesehatan
Ara memaparkan rencana tersebut saat menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang diselenggarakan di Gedung BJ. Habibie BRIN, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9). Kendati material bangunan tersebut diproduksi oleh kelompok UMKM, Ara memastikan bahwa masyarakat tidak perlu meragukan kualitasnya. Seluruh genteng yang dipesan telah melalui proses sertifikasi resmi guna menjamin kekuatannya.
Langkah penggantian atap rumah menggunakan genteng tanah liat ini dinilai sangat penting, terutama dari aspek kesehatan. Ara menekankan bahwa penggunaan atap asbes membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat karena paparan serat asbes berisiko membahayakan organ tubuh jika terhirup terus-menerus.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penggunaan atap asbes di Indonesia tercatat masih cukup dominan di beberapa wilayah. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan pertama dengan tingkat pemanfaatan atap asbes tertinggi, yaitu mencapai 56,7 persen dari total rumah yang ada. Di posisi kedua, DKI Jakarta mencatatkan persentase sebesar 54,6 persen rumah yang masih memanfaatkan atap berbahan asbes.
2 Juta Ton Baja Lapis Seng China Masuk RI, Industri Lokal Kena Imbas

Mendorong Potensi Produsen Daerah
Melihat tingginya kebutuhan atap yang sehat dan layak, Ara turut meminta pemerintah daerah lain agar lebih peka terhadap potensi produksi genteng lokal di wilayah masing-masing, khususnya di Jawa Timur. Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk memberikan pembinaan sekaligus siap menyerap hasil produksi UMKM setempat.
Ara secara khusus meminta Gubernur Jawa Timur untuk turut membina UMKM perajin genteng di wilayahnya. Langkah ini disiapkan agar kementerian dapat segera melakukan pemesanan serupa di masa mendatang. Melalui strategi pembinaan ini, Ara berharap setiap provinsi di Indonesia tidak hanya berperan sebagai target pasar atau konsumen, melainkan mampu tumbuh menjadi wilayah produsen mandiri.






