Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

AS Terapkan Tarif Impor Baru dan Indonesia Kena Sepuluh Persen

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 13.15 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AS Terapkan Tarif Impor Baru dan Indonesia Kena Sepuluh Persen
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Gedung Putih kembali menunjukkan taringnya dalam urusan perdagangan global. Setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan kebijakan tarif paling agresif bentukan Donald Trump awal tahun ini, sang presiden tidak tinggal diam. Mulai Jumat (24/7) pukul 00.01 waktu setempat, AS resmi memberlakukan rezim tarif impor baru berkisar antara 10 persen hingga 12,5 persen. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa ambisi proteksionisme Trump tidak mudah dipatahkan begitu saja oleh palu hakim pengadilan.

Kebijakan anyar yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) ini menyasar 60 negara mitra dagang yang menguasai sekitar 99,4 persen dari total nilai impor ke Negeri Paman Sam. Kali ini, Washington menggunakan celah hukum yang lebih kokoh, yakni tarif berbasis Pasal 301, yang dikenal sulit digugat secara hukum dan dapat berlaku tanpa batas waktu. Landasan kebijakan ini adalah hasil penyelidikan berbulan-bulan mengenai keterlibatan berbagai negara dalam praktik kerja paksa serta kegagalan mereka dalam memberantasnya. Negara-negara yang dianggap telah melakukan upaya nyata melawan kerja paksa mendapatkan insentif berupa tarif yang lebih rendah, yakni 10 persen.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli

Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli

Indonesia berada di kelompok yang relatif aman dengan pengenaan tarif sebesar 10 persen. Posisi ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara seperti Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan Meksiko. Sementara itu, Uni Eropa, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Swiss dikenakan tarif gabungan yang disesuaikan dengan tarif most-favored nation (MFN) hingga mencapai 10 atau 12,5 persen. Di sisi lain, sebanyak 38 negara termasuk China harus menerima pil pahit berupa tarif maksimal sebesar 12,5 persen. Kebijakan ini langsung memicu reaksi keras, salah satunya dari Brasil yang menolak tarif 12,5 persen tersebut dan menuntut asas timbal balik.

Meski demikian, pemerintah AS masih memberikan ruang bernapas dengan mengecualikan komoditas vital seperti minyak dan gas bumi, serta produk-produk yang tidak dapat diproduksi secara domestik di AS. Bagi konsumen di AS, perubahan tarif ini diproyeksikan tidak akan langsung memicu lonjakan harga barang dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan tarif baru tersebut pada dasarnya hanya menggantikan tarif 10 persen yang sebelumnya sudah dibayarkan oleh para importir. Menteri Perekonomian Meksiko bahkan menyatakan bahwa belum ada perubahan signifikan pada tarif efektif yang ditanggung oleh produk negaranya saat ini.

Baca Juga

Menag Nasaruddin Incar Dana Umat Tak Puasa Ramadan hingga Rp3 T

Menag Nasaruddin Incar Dana Umat Tak Puasa Ramadan hingga Rp3 T

Namun, stabilitas ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Pemerintah AS saat ini tengah menjalankan penyelidikan lanjutan mengenai dugaan kelebihan kapasitas manufaktur global yang melibatkan mitra besar seperti China, Meksiko, dan Uni Eropa. Bahkan, Gedung Putih sudah bersiap meluncurkan tarif ekstrem sebesar 50 persen untuk produk tertentu asal Kanada bulan depan menggunakan ketentuan khusus Smoot-Hawley Trade Act. Pesan dari Washington sangat jelas bagi dunia usaha bahwa Trump akan terus menggunakan segala instrumen hukum yang tersedia demi melindungi pasar domestik AS, memberikan kepastian hukum baru meskipun dengan cara yang agresif.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpTarif Imporekonomi globalekspor indonesiaperang dagang

Berita Terbaru Lainnya

KPK Buru Keterangan Stafsus Menhut soal Pengembalian Amplop Bupati KuansingKortas Tipidkor Ungkap Hasil Monitoring Program Kopdes Merah PutihHarga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak JuliApi Kebakaran Lahan Menjalar ke TPA Galuga, Lebih 42 Ha TerbakarPolisi Ungkap Alasan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Lewat Jalur UdaraSaksi Korupsi Lombok Barat Tak Hadir akibat Debu Vulkanik Anak KrakatauKebakaran di TPA Galuga Belum Padam Usai 3 Hari, Ini KendalanyaBerita Duka, Akademisi dan Penulis Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap