Ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 resmi memasuki hari pertama pelaksanaannya pada Rabu, 19 Agustus 2026. Berlokasi di Jakarta International Convention Center (JICC/JCC) Senayan, Jakarta, perhelatan berskala internasional ini menjadi ruang berkumpulnya para pemangku kepentingan untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan energi panas bumi. Acara ini secara khusus mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, investor, akademisi, hingga kalangan profesional di sektor energi.
Pada pelaksanaan tahun ini, IIGCE 2026 mengangkat tema "Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition & Security". Tema ini menyoroti peran penting energi panas bumi sebagai pemikul beban dasar (baseload) dalam mendorong transisi energi dan menjaga ketahanan energi nasional. Kehadiran para pelaku industri dan pemangku kepentingan dalam forum ini diharapkan dapat melahirkan solusi nyata atas tantangan pengembangan panas bumi di Indonesia.
Bank Indonesia Salurkan Likuiditas Rp 446,5 Triliun ke Perbankan pada Awal Agustus 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi membuka acara bergengsi tersebut. Dalam kesempatan itu, Menteri Bahlil meminta para pelaku usaha panas bumi untuk segera mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Ia menekankan bahwa langkah percepatan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan sinergi yang erat antara pelaku usaha dan pihak pemerintah.
Upaya percepatan ini sejalan dengan target bauran energi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) telah mencapai 17 persen dalam mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Lebih lanjut, pemerintah menargetkan porsi penggunaan EBT dapat mencapai 76 persen atau setara dengan 52,9 GW dari total target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW dalam RUPTL PLN 2025-2034 tersebut.
Tanggungan Beban Bunga Utang Pemerintah Rp650 Triliunan pada 2027

Pencapaian target dalam RUPTL tersebut sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah Indonesia dalam menjalankan komitmen Paris Agreement guna mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Terkait potensi besar yang dimiliki Indonesia, Presiden Indonesian Geothermal Association (IGA), Julfi Hadi, memberikan pandangannya. Julfi Hadi menyatakan bahwa Indonesia mempunyai sumber daya lokal atau indigenous resources berupa panas bumi yang merupakan terbesar di dunia.






