Dalam berbagai diskusi mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat, istilah desil, khususnya Desil 9 dan Desil 10, sering kali muncul dan menarik perhatian. Di tengah masyarakat, berkembang anggapan atau persepsi bahwa rumah tangga yang masuk ke dalam kategori Desil 9 dan Desil 10 merupakan kelompok masyarakat yang sangat kaya atau sering diistilahkan sebagai kelompok "sultan". Namun, jika merujuk pada definisi dan metodologi statistik yang sebenarnya, anggapan tersebut tidaklah tepat. Istilah-istilah ini memiliki arti yang jauh lebih spesifik dan ilmiah dibandingkan sekadar pelabelan kelas kekayaan secara umum.
Secara statistik, desil bukanlah sebuah label kelas kekayaan yang menunjukkan tingkat kemewahan atau kepemilikan aset absolut suatu rumah tangga. Konsep desil sebenarnya digunakan untuk menunjukkan posisi relatif dari suatu rumah tangga di dalam kelompok-kelompok yang telah ditentukan. Dengan kata lain, desil memetakan di mana posisi suatu rumah tangga ketika dibandingkan dengan rumah tangga lainnya dalam lingkup populasi yang diukur. Pengelompokan ini membantu melihat peta kesejahteraan secara keseluruhan tanpa memberikan cap kelas sosial atau kelas kekayaan tertentu kepada anggotanya.
Penentuan posisi relatif ini dilakukan dengan membagi seluruh populasi rumah tangga ke dalam sepuluh kelompok kesejahteraan. Dalam pembagian tersebut, setiap kelompok mewakili tingkat kesejahteraan yang berjenjang dari yang terendah hingga yang tertinggi. Melalui pembagian ke dalam sepuluh kelompok kesejahteraan ini, dapat diketahui posisi relatif suatu rumah tangga secara lebih terstruktur. Oleh karena itu, Desil 9 dan Desil 10 merujuk pada posisi relatif rumah tangga yang berada pada kelompok-kelompok kesejahteraan tersebut, bukan merupakan indikator mutlak bahwa mereka adalah kelompok "sultan" yang memiliki kekayaan melimpah.
DJP Wajibkan Platform Kripto Kumpulkan Data Domisili Nasabah

Untuk menempatkan sebuah rumah tangga ke dalam salah satu dari sepuluh kelompok kesejahteraan tersebut, digunakan metode penilaian yang terukur dan objektif. Posisi relatif rumah tangga ini ditentukan lewat 39 variabel yang mencakup berbagai aspek kondisi rumah tangga. Kehadiran 39 variabel ini menunjukkan bahwa penentuan desil tidak didasarkan pada satu atau dua faktor subjektif saja. Sebaliknya, seluruh variabel tersebut digunakan secara bersamaan untuk mengukur dan menentukan posisi relatif kesejahteraan setiap rumah tangga di dalam sepuluh kelompok yang ada.
Dengan demikian, ketika sebuah rumah tangga dikategorikan ke dalam Desil 9 atau Desil 10, hal itu hanya menunjukkan posisi relatif mereka yang berada di kelompok kesembilan atau kesepuluh dari sepuluh kelompok kesejahteraan yang diukur. Penentuan ini sepenuhnya didasarkan pada hasil perhitungan terhadap 39 variabel yang telah ditetapkan. Status di Desil 9 dan Desil 10 tidak serta-merta menjadikan rumah tangga tersebut sebagai kelas kaya raya atau "sultan", melainkan hanya memperlihatkan posisi relatif mereka yang berada di tingkat atas dalam klasifikasi sepuluh kelompok kesejahteraan tersebut.
Strategi Percepatan Distribusi 6.800 Ton Beras Bantuan Gempa NTT Tanpa Hambatan Birokrasi

Memahami arti sebenarnya dari desil sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Desil harus dipahami sebagai alat analisis statistik yang menunjukkan posisi relatif rumah tangga dalam sepuluh kelompok kesejahteraan yang ditentukan lewat 39 variabel, dan sama sekali bukan merupakan label kelas kekayaan. Dengan pemahaman yang tepat dan berpegang pada data statistik yang objektif, masyarakat dapat melihat informasi mengenai Desil 9 dan Desil 10 secara lebih proporsional dan akurat tanpa adanya miskonsepsi.






