Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanPopuler
Beranda/Nasional

Kemenhub Bakal Audit Operator Usai Kecelakaan Empat Kapal

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 19 Agu 2026 - 23.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemenhub Bakal Audit Operator Usai Kecelakaan Empat Kapal
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah tegas menyusul terjadinya insiden yang melibatkan angkutan laut dalam beberapa waktu terakhir. Instansi ini mengumumkan rencana untuk melakukan audit menyeluruh terhadap operator dari empat kapal yang mengalami kecelakaan baru-baru ini. Langkah evaluasi ini sengaja diambil oleh pemerintah untuk menilai secara mendalam tingkat kepatuhan dari masing-masing perusahaan operator kapal terhadap segala ketentuan dan regulasi keselamatan pelayaran yang berlaku.

Adapun empat armada kapal yang mengalami kecelakaan dan kini menjadi target audit tersebut beserta para perusahaan pengelolanya telah diidentifikasi secara jelas. Armada pertama adalah KMP Mutiara Sentosa II, yang merupakan kapal milik dan dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran. Kapal kedua adalah KMP Putri Yasmin yang dimiliki sekaligus dioperasikan oleh PT Jemla Ferry. Selanjutnya, kapal ketiga adalah KLM Nurul Salsa 01 yang berada di bawah kepemilikan dan operasional PT Bunga Teratai. Sementara itu, armada keempat yang juga mengalami kecelakaan dan masuk dalam daftar audit ini adalah KM Prince Soya.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan penjelasan langsung mengenai langkah penegakan aturan ini. Menurut penuturannya, tindakan paling dekat yang akan segera dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan adalah melakukan proses audit terhadap keempat perusahaan operator kapal tersebut. Tujuan utama dari audit ini adalah untuk mengetahui secara pasti sampai seberapa jauh perusahaan-perusahaan tersebut mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan. Melalui pemeriksaan ini, pemerintah dapat mengukur komitmen para operator dalam menjaga keselamatan para penumpang dan kru kapal.

Baca Juga

OJK Resmi Lantik Henry Rialdi, Langkah Awal Perkuat Tata Kelola Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

OJK Resmi Lantik Henry Rialdi, Langkah Awal Perkuat Tata Kelola Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Lebih lanjut, Dudy Purwagandhi memaparkan bahwa hasil dari audit ini nantinya akan dijadikan sebagai dasar utama bagi pemerintah. Dasar tersebut digunakan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan, sekaligus untuk menilai sejauh mana tingkat kesalahan pihak operator dalam memenuhi aspek-aspek keselamatan pelayaran. Jika dalam proses audit ditemukan bukti adanya kelalaian atau pelanggaran aturan, Kementerian Perhubungan tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi yang sesuai.

Mengenai sanksi yang akan diberikan, pemerintah akan menyesuaikannya dengan tingkat pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh masing-masing operator. Sanksi administratif yang dipersiapkan berkisar dari pemberian surat teguran, pembekuan rute pelayaran, hingga penghentian sementara operasional dari perusahaan yang bersangkutan. Tidak hanya sanksi administratif, Kementerian Perhubungan juga menegaskan bahwa jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya unsur pidana, maka kasus kecelakaan tersebut selanjutnya akan langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses secara hukum yang berlaku.

Baca Juga

Proyek Pedestrian Bawah Tanah Stasiun MRT Bundaran HI Senilai Rp 200 Miliar

Proyek Pedestrian Bawah Tanah Stasiun MRT Bundaran HI Senilai Rp 200 Miliar

Di samping fokus pada pelaksanaan audit terhadap empat operator kapal tersebut, Kementerian Perhubungan juga tengah melakukan perbaikan pada sistem pencatatan manifes penumpang. Langkah perbaikan sistem ini diambil setelah pihak kementerian menemukan adanya ketidaksesuaian yang signifikan antara data penumpang yang tercatat resmi dengan kondisi riil di lapangan pada beberapa peristiwa kecelakaan kapal yang terjadi sebelumnya. Masalah perbedaan data ini menjadi perhatian serius demi meningkatkan akurasi data keselamatan.

Berdasarkan hasil temuan, salah satu celah dalam sistem administrasi pelayaran terjadi ketika ada penambahan jumlah penumpang yang dilakukan setelah Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan oleh otoritas terkait. Sayangnya, perubahan atau penambahan jumlah penumpang tersebut sering kali tidak dilaporkan kembali oleh pihak operator kepada otoritas pelabuhan. Menanggapi celah ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan dengan keras bahwa kapal sama sekali belum boleh diberangkatkan apabila sampai dengan saat keberangkatan belum ada konfirmasi mengenai jumlah terakhir penumpang yang berada di atas kapal.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PerhubunganKecelakaan KapalKeselamatan Pelayaran

Berita Terbaru Lainnya

OJK Resmi Lantik Henry Rialdi, Langkah Awal Perkuat Tata Kelola Bursa Mineral dan Komoditas StrategisProyek Pedestrian Bawah Tanah Stasiun MRT Bundaran HI Senilai Rp 200 MiliarDJP Wajibkan Platform Kripto Kumpulkan Data Domisili NasabahStrategi Percepatan Distribusi 6.800 Ton Beras Bantuan Gempa NTT Tanpa Hambatan BirokrasiBukan Sultan, Ini Arti Sebenarnya Desil 9 dan 10BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak KursPenyelesaian Data Antrean Haji Invalid dan Rekening Dorman Rp10 TriliunTeropong Potensi Kenaikan BI Rate dan Nasib Rupiah Hingga Akhir 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap