Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Bursa Asia Menguat Jelang Akhir Pekan, Fokus pada Data Tiongkok dan Sentimen Selat Hormuz

Bambang HandayaniDiterbitkan 7 Agu 2026 - 19.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bursa Asia Menguat Jelang Akhir Pekan, Fokus pada Data Tiongkok dan Sentimen Selat Hormuz
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik terpantau bergerak kompak menguat menjelang akhir pekan ini. Aktivitas perdagangan di berbagai bursa utama Asia menunjukkan tren positif seiring dengan fokus perhatian para investor yang tertuju pada dua sentimen utama. Faktor pertama yang dinantikan oleh pelaku pasar adalah rilis data perdagangan penting dari Tiongkok yang dijadwalkan akan keluar nanti pada hari ini. Selain itu, pergerakan positif ini juga didorong oleh munculnya harapan besar di kalangan investor terkait dengan prospek kesepakatan mengenai Selat Hormuz yang tengah menjadi perhatian global.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Optimisme pasar ini terlihat jelas dari pergerakan indeks saham di beberapa negara besar di kawasan Asia Timur. Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan dengan menguat lebih dari 0,20%. Sejalan dengan Nikkei 225, indeks Topix yang juga merupakan indeks acuan penting di bursa Jepang turut mengalami kenaikan sebesar 0,29%. Tren penguatan ini juga merambah ke bursa saham Korea Selatan. Indeks Kospi di negara tersebut dibuka menguat sebesar 0,89%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil yang tergabung dalam Kosdaq turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,6%.

Perkembangan positif ini juga tercermin di pasar berjangka Hong Kong. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng terpantau berada di level 25.542, menunjukkan posisi yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan level penutupan indeks Hang Seng sebelumnya yang berada di angka 25.530,28. Kendati mayoritas bursa di Asia-Pasifik berada di zona hijau, kondisi sebaliknya justru terjadi di bursa saham Australia. Indeks acuan S&P/ASX 200 di Australia mencatatkan pelemahan dengan turun sebesar 0,45% di tengah penguatan yang melanda sebagian besar kawasan sekitarnya.

Baca Juga

Danantara Jajaki Investasi Bandara Madinah dan Matangkan Proyek Kampung Haji

Danantara Jajaki Investasi Bandara Madinah dan Matangkan Proyek Kampung Haji

Salah satu pendorong utama di balik pergerakan pasar menjelang akhir pekan ini adalah ekspektasi para pelaku pasar terhadap situasi geopolitik di Selat Hormuz. Investor sangat berharap agar segera tercapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini memiliki peran yang sangat krusial bagi perdagangan internasional. Dengan dibukanya kembali selat tersebut, para pelaku pasar meyakini bahwa langkah ini pada akhirnya akan mampu menurunkan harga minyak mentah di pasar global serta meredam ekspektasi inflasi yang selama ini membayangi perekonomian dunia.

Namun demikian, upaya untuk mencapai kesepakatan tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan geopolitik. Berdasarkan draf rencana yang tampaknya diterbitkan oleh pihak Iran, negara tersebut berencana menerapkan aturan ketat di jalur laut strategis tersebut. Dalam draf tersebut, Iran melarang kapal-kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel untuk melintasi Selat Hormuz. Tidak hanya itu, draf tersebut juga menegaskan bahwa negara-negara lain yang dinilai telah merugikan pihak Iran tidak akan diizinkan untuk melewati Selat Hormuz sampai mereka membayarkan ganti rugi yang ditentukan.

Baca Juga

Penjelasan Menperin Terkait Isu PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi

Penjelasan Menperin Terkait Isu PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi

Di tengah ketegangan geopolitik tersebut, angin segar datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Saat memberikan keterangan di Ruang Oval, Donald Trump memberikan sinyal penting bahwa perang di Iran diperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat. Pernyataan dari pemimpin Amerika Serikat ini memberikan harapan baru bagi pasar global yang mendambakan stabilitas keamanan dan kelancaran arus perdagangan. Dengan kombinasi rilis data perdagangan Tiongkok dan perkembangan situasi di Selat Hormuz, arah pergerakan bursa Asia-Pasifik ke depan akan sangat bergantung pada realisasi dari sentimen-sentimen tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald Trumpgeopolitikselat hormuzPasar Sahambursa asia

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Masih Rahasiakan Target Defisit Anggaran RAPBN 2027Danantara Jajaki Investasi Bandara Madinah dan Matangkan Proyek Kampung HajiPenjelasan Menperin Terkait Isu PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di CimahiBoard of Peace Terbitkan Kontrak Pertama di Gaza, Siapkan Pos Militer untuk Pasukan MarokoPemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Tidak Naik Periode Juli-September 2026PNS dan PPPK Daerah Bernapas Lega, Tambahan Anggaran Rp 20,5 Triliun Cair Pekan DepanRusia Resmi Legalkan Perdagangan Kripto Mulai September 2026Investor Asing Akumulasi Saham Energi di Tengah Net Sell Rp273,5 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap