Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro memaparkan visi dan strategi kepemimpinannya saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Dalam forum tersebut, Solikin memperkenalkan konsep bertajuk "SEMANGKA Nusantara versi dua" sebagai landasan kerja jika terpilih memimpin bank sentral.
Solikin diajukan sebagai calon Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Aida S Budiman, yang sebelumnya dicalonkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Mengandalkan rekam jejak selama 32 tahun berkarier di bank sentral, Solikin menyusun kerangka SEMANGKA guna menjawab tantangan trilema keberlanjutan ekonomi, yakni menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan tinggi, dan memastikan pembangunan yang inklusif.
Menurut Solikin, ketiga aspek dalam trilema tersebut tidak harus saling mengorbankan. Berbekal pengalamannya, stabilitas, pertumbuhan, dan inklusi ekonomi justru dapat saling memperkuat apabila dikelola melalui kombinasi strategi yang tepat.
Penjualan Mobil Meledak Lagi, Agustus Cetak Rekor 2026-Berkah GIIAS

Tiga Lapisan dan Delapan Strategi SEMANGKA
Konsep SEMANGKA Nusantara versi dua dirancang ke dalam delapan strategi utama yang terbagi dalam tiga lapisan peran: jangkar kebijakan, mesin transformasi, dan pengungkit implementasi.
Lapisan pertama merupakan jangkar kebijakan yang terangkum dalam akronim S-E-M-A: - S (Stabilitas Dinamis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan): Menjaga stabilitas ekonomi secara fleksibel guna menopang ekspansi jangka panjang. - E (Efektivitas Kebijakan Moneter dan Operasi Moneter yang Pro Market): Memastikan transmisi kebijakan moneter berjalan optimal dan ramah pasar. - M (Makroprudensial Adaptif, Inovatif, dan Pro Growth): Mengembangkan kebijakan makroprudensial yang responsif untuk mendukung pertumbuhan. - A (Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan): Mempercepat likuiditas dan diversifikasi instrumen pasar keuangan domestik.
Lapisan kedua bertindak sebagai mesin transformasi melalui elemen N dan G: - N (Navigasi Ekonomi dan Keuangan Inklusif, Termasuk UMKM): Membuka akses pembiayaan dan pendampingan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. - G (Gerak Cepat Digitalisasi Sistem Pembayaran): Mendorong modernisasi dan perluasan ekosistem transaksi digital yang efisien dan aman.
Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

Lapisan ketiga berfungsi sebagai pengungkit implementasi yang mencakup K dan A: - K (Kelembagaan BI yang Kredibel dan Berkelola Baik): Memperkuat tata kelola organisasi internal bank sentral dengan prinsip akuntabilitas tinggi. - A (Aksi Bersama dan Sinergi Kebijakan Nasional): Menjalin kolaborasi erat antarkebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait.
Solikin menilai seluruh rangkaian strategi dalam SEMANGKA sejalan dengan semangat Soemitronomics. Pendekatan ini menitikberatkan pada pembangunan kekuatan ekonomi dari dalam negeri, penguatan fondasi struktural, serta kepastian bahwa bauran kebijakan bank sentral bermuara langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.






