Sistem pembayaran di sektor transportasi publik Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih praktis dan modern. Mulai hari Rabu, 29 Juli 2026, MRT Jakarta secara resmi menerapkan sistem pembayaran kartu nirsentuh berbasis standar global Europay, Mastercard, Visa (EMV). Langkah strategis ini menjadikan MRT Jakarta sebagai moda transportasi publik pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi pembayaran bertaraf internasional tersebut. Seluruh infrastruktur pengakuisisi (acquiring) yang memungkinkan gerbang masuk di stasiun MRT memproses transaksi kartu kredit nirsentuh ini dibangun dan dioperasikan sepenuhnya oleh Bank Mandiri. Kehadiran infrastruktur ini memungkinkan pemrosesan transaksi secara langsung bagi para pengguna layanan.
Bagi para pengguna layanan MRT Jakarta, kehadiran sistem baru ini menawarkan kemudahan akses perjalanan yang signifikan. Penumpang kini tidak perlu lagi mengantre panjang di loket untuk membeli tiket perjalanan terpisah atau menukarkan mata uang, yang sering kali menjadi kendala bagi wisatawan mancanegara. Untuk memulai dan mengakhiri perjalanan, pengguna cukup menempelkan kartu kredit fisik berlogo Mastercard atau Visa pada gerbang nirsentuh saat tap in dan tap out. Syarat utamanya, kartu kredit tersebut harus sudah dilengkapi dengan fitur nirsentuh atau yang sering dikenal dengan istilah contactless/payWave. Sistem ini akan memproses pembayaran secara seketika tanpa memerlukan tiket fisik tambahan.
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.592.000 per Gram pada 15 September 2026

Selain menggunakan kartu kredit fisik, Bank Mandiri juga menyediakan alternatif pembayaran digital yang terintegrasi langsung dengan ponsel pintar. Bagi nasabah Bank Mandiri yang menggunakan aplikasi Livin' by Mandiri pada perangkat Android yang memiliki teknologi Near Field Communication (NFC), pembayaran dapat dilakukan melalui fitur Tap to Pay. Fitur ini memungkinkan pengguna memakai sumber dana dari Mandiri Kartu Kredit tanpa harus masuk atau membuka aplikasi terlebih dahulu. Nilai transaksi akan disesuaikan secara otomatis berdasarkan tarif perjalanan penumpang. Dengan metode praktis ini, pengguna tidak lagi memerlukan saldo prabayar, tidak perlu melakukan pengisian ulang, dan terbebas dari keharusan membeli tiket di loket stasiun.
Penerapan teknologi berbasis standar EMV di MRT Jakarta ini sejatinya bukan hal baru di kancah global. Sistem serupa telah lebih dulu diimplementasikan di lebih dari 150 kota metropolitan di seluruh dunia, termasuk Singapura, Tokyo, London, Hong Kong, Bangkok, New York City, Beijing, dan Shanghai. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyatakan bahwa terobosan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus mendukung transformasi Jakarta. Kehadiran metode pembayaran berbasis EMV global ini menjadi pelengkap strategis untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dengan sistem mobilitas yang modern, aman, dan terintegrasi. Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen perseroan dalam memperluas pemanfaatan ekosistem pembayaran digital di berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor transportasi publik.
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Jadi Rp2,592 Juta per Gram

Potensi penggunaan metode pembayaran nirsentuh ini didukung oleh basis pengguna kartu kredit Bank Mandiri yang terus berkembang pesat. Berdasarkan data per Juni 2026, Bank Mandiri mencatat terdapat 2,2 juta kartu kredit aktif berjaringan Mastercard dan Visa yang beredar di masyarakat. Volume transaksi kartu kredit bank tersebut juga telah menembus angka Rp43 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 22 persen secara tahunan. Untuk mendorong adopsi sistem pembayaran baru ini, Bank Mandiri menghadirkan program promosi berupa uang kembali (cashback) sebesar 50 persen dari nilai transaksi, dengan batas maksimal Rp5.000 per transaksi. Program apresiasi pelanggan ini berlaku di seluruh stasiun MRT Jakarta yang telah dilengkapi gerbang nirsentuh, mulai dari tanggal 29 Juli hingga 31 Agustus 2026.






