Operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal motor KM Virgo Transport 8 menghadapi kendala berat akibat memburuknya kondisi laut di perairan Masalembo, Laut Jawa. Memasuki hari kedua operasi pada Senin (14/9), tim SAR gabungan terpaksa menunda rencana penyelaman bawah air untuk mencari 129 penumpang yang masih dinyatakan hilang.
Kapal jenis Ro-Ro tersebut awalnya dilaporkan mengalami posisi miring (listing) hingga hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Namun, upaya evakuasi yang semula difokuskan pada penyisiran permukaan kini menghadapi tantangan baru di lapangan: arus laut yang kencang telah menggeser badan kapal yang terbalik hingga sejauh 1,6 mil laut (nautical mile) dari titik kejadian awal.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa dari total 243 penumpang yang terdata di manifes (passenger on board), sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan. Rinciannya mencakup 86 korban selamat dan dua korban meninggal dunia yang telah dievakuasi ke Banjarmasin melalui Posko Pelabuhan Trisakti, serta 26 korban lainnya yang dievakuasi pada tahap penanganan awal.
KPK Sebut OTT Pejabat ATR/BPN Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

Keterangan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9) malam. Agenda tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana serta dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dan Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan.
Penyelaman Ditunda dan Rencana Teknis Evakuasi
Penundaan operasi bawah air yang melibatkan personel Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas diambil demi mempertimbangkan keselamatan para penyelam di tengah cuaca ekstrem. Menembus kantong udara (air pocket) di dalam badan kapal yang terbalik dinilai sangat berisiko karena potensi perubahan tekanan udara drastis yang dapat terjadi secara mendadak.
KPK Tangkap Fahd Arafiq dan Mantan Bupati Kebumen dalam OTT Kementerian ATR/BPN

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Basarnas bersama TNI AL tengah mengkaji sejumlah skenario teknis. Opsi yang dipertimbangkan meliputi upaya membalikkan posisi kapal, membiarkan badan kapal tenggelam sepenuhnya hingga bertumpu di dasar laut yang berkedalaman sekitar 30 meter agar posisinya stabil, atau menarik bangkai kapal menuju area perairan yang lebih dangkal guna memudahkan proses pencarian korban.






