Pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai lebih dari US$ 800 juta dinilai mampu memperkokoh kemandirian industri kimia nasional. Proyek strategis yang digarap PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), ini dirancang untuk menekan ketergantungan impor bahan baku kimia sekaligus menggenjot potensi ekspor.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas tersebut memainkan peran penting dalam substitusi impor bahan kimia krusial, khususnya soda kaustik cair dan ethylene dichloride (EDC).
"Kehadiran fasilitas ini dapat memperkuat substitusi impor untuk bahan kimia krusial seperti soda kaustik dan ethylene dichloride," ujar Esther dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Dampak Penghematan Devisa dan Ekspor
Dari sisi neraca perdagangan, operasional fasilitas CA-EDC diproyeksikan memberikan dampak ganda terhadap devisa negara. Produksi soda kaustik cair dari pabrik ini memiliki potensi menggantikan volume impor hingga 827 ribu ton per tahun. Pengurangan impor tersebut setara dengan penghematan devisa sekitar US$ 293 juta atau Rp 4,9 triliun.
Stasiun Gambir Direnovasi Bertahap Selama 2 Tahun untuk Layani KRL dan MRT

Di sisi lain, output produksi EDC difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor global. Penjualan EDC ke mancanegara ini diperkirakan berpotensi menyumbang devisa ekspor hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 5 triliun setiap tahunnya.
Selain nilai tambah ekonomi dari rantai pasok, proyek ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Pembangunan fasilitas melibatkan sekitar 3.000 pekerja pada fase konstruksi, serta akan menyerap sekitar 250 tenaga kerja ketika pabrik beroperasi secara penuh.
Progres Konstruksi dan Rencana Ekspansi
Proyek fasilitas CA-EDC ini turut memperoleh dukungan investasi dari Danantara Indonesia serta Indonesia Investment Authority (INA) selaku mitra strategis. Hingga Juli 2026, progres fisik konstruksi proyek telah mencapai 72 persen, dengan target penyelesaian dan operasional komersial pada 2027.
Operasikan 2.991 Km Pipa Gas & 605 Km Pipa Minyak, Pertagas Genjot Pasokan Energi

Untuk menjaga kelancaran pasokan, Chandra Asri Group juga tengah membangun infrastruktur penunjang yang mencakup fasilitas distribusi, penyimpanan, dan jaringan logistik terintegrasi.
Melanjutkan peta jalan pengembangan industri kimia, perseroan kini sedang menyusun studi kelayakan untuk proyek CA-EDC Tahap II. Rencana ekspansi lanjutan tersebut diperkirakan membutuhkan estimasi investasi hingga US$ 1 miliar guna memperluas ekosistem industri kimia di dalam negeri.






