Pemerintah membidik nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp 40 triliun demi mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV. Lonjakan target sebesar minimal 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya ini diproyeksikan menjadi katalis utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akhir tahun menuju sasaran 6 persen, sekaligus menjadi landasan bagi target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penguatan konsumsi melalui Harbolnas menjadi agenda krusial kuartal keempat. Gelaran belanja daring tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 16 Desember 2026 mendatang.
Optimisme pemenuhan target transaksi tersebut ditopang oleh tren ekspansi ekonomi digital Indonesia yang pada 2025 lalu telah mencapai sekitar US$ 100 miliar. Aktivitas perdagangan digital di dalam negeri diperkuat oleh keberadaan sekitar 800.000 penjual daring, disertai lonjakan transaksi video commerce yang meningkat hampir 90 persen hingga menembus 2,6 miliar transaksi.
Penjualan Mobil Meledak Lagi, Agustus Cetak Rekor 2026-Berkah GIIAS

Harbolnas 2026 merupakan program kolaborasi antara pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA). Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa perhelatan tahun ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat serapan produk buatan dalam negeri dan memperluas jangkauan pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk memastikan transparansi dan memantau peredaran barang secara ketat, para pedagang yang berpartisipasi dalam Harbolnas 2026 akan terdata langsung di dalam sistem Kementerian Perdagangan. Langkah ini diambil guna memantau aktivitas perdagangan dan jenis produk yang dipasarkan selama program berjalan.
Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, minat beli konsumen terhadap produk lokal terkonsentrasi pada tiga kategori utama, yakni fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta produk makanan dan minuman.
Sebagai catatan historis, nilai transaksi Harbolnas 2025 lalu membukukan angka Rp 36,4 triliun, atau tumbuh 17 persen dari capaian tahun 2024 yang berada di level Rp 31,2 triliun. Dari total transaksi Harbolnas 2025 tersebut, porsi penjualan produk lokal menyumbang sekitar 45 persen dengan nilai mencapai Rp 16,6 triliun.






