Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas meminta agar setiap rencana pembangunan di Kawasan Batur, Kintamani, Bangli, wajib dikoordinasikan terlebih dahulu dengan para tetua atau tokoh adat setempat. Arahan langsung ini disampaikan sebagai langkah preventif yang penting untuk menjaga keselarasan antara laju pembangunan dengan nilai-nilai warisan leluhur yang hingga kini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat adat Batur. Menurut Gubernur Koster, kawasan tersebut adalah salah satu sumber peradaban utama di Bali yang mutlak harus dijaga kelestariannya oleh semua pihak.
Pesan penting tersebut disampaikan oleh Gubernur Koster dalam keterangannya kepada publik di Denpasar pada hari Kamis. Pernyataan ini bertepatan dengan kehadirannya secara langsung dalam upacara Melaspas Purwa Mandala Pura Ulun Danu Batur dan Desa Adat Batur. Upacara sakral tersebut diselenggarakan sebagai bagian utama dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Rarud Batur. Ia mengingatkan kembali bahwa dengan adanya koordinasi bersama tetua adat, setiap kegiatan pembangunan dapat berjalan searah dengan nilai, kepercayaan, serta tatanan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.








