Berita Viral Terkini

Honda Pertahankan Bisnis di Tiongkok lewat Kemitraan Panjang dengan GAC Group di Tengah Krisis Keuangan

Ding Anyi ApuiPublished 26 Jul 2026 - 02.000 Reads
Bagikan WhatsAppX
Honda Pertahankan Bisnis di Tiongkok lewat Kemitraan Panjang dengan GAC Group di Tengah Krisis Keuangan
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Langkah berani diambil oleh Honda Motor Co., Ltd. di tengah guncangan badai bisnis yang menerpa perusahaannya. Pabrikan otomotif asal Jepang ini secara resmi memutuskan untuk memperpanjang ikatan kemitraannya dengan Guangzhou Automobile Group Co., Ltd. (GAC Group) hingga tahun 2038. Keputusan tersebut mempertegas komitmen Honda untuk terus mempertahankan eksistensinya di pasar Tiongkok hingga genap empat dekade, sebuah strategi yang diambil tepat saat persaingan kendaraan listrik di negara tersebut berada pada titik puncak.

Hubungan historis antara Honda dan GAC Group sejatinya telah berlangsung lama. Melalui anak perusahaannya, Honda Motor (China) Investment Co., Ltd., produsen Negeri Sakura ini mendirikan perusahaan patungan GAC Honda sejak Juli 1998, dengan aktivitas manufaktur pertama yang bergulir di Guangzhou pada Maret 1999. Selama hampir tiga dekade mengarungi industri otomotif Tiongkok, kolaborasi ini terbilang sangat sukses dengan mencatatkan akumulasi penjualan melampaui 11 juta unit kendaraan.

Namun, peta persaingan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut kini berubah secara drastis. Penjualan Honda mengalami kemerosotan tajam akibat gempuran masif dari pabrikan mobil listrik lokal. Pada tahun 2020, Honda masih sanggup menyalurkan hingga 1,62 juta unit kendaraan melalui kombinasi kemitraan GAC Honda dan DongFeng Honda. Angka tersebut anjlok signifikan pada tahun 2025, di mana total penjualan Honda hanya mencapai 640 ribu unit, dengan kontribusi GAC Honda sebesar 340 ribu unit dan sisanya ditopang oleh DongFeng Honda.

Also Read

Konsumen Apartemen LRT City Tuntut Pengembalian Dana Akibat Pembangunan Mangkrak

Menghadapi tren penurunan tersebut, Honda terpaksa memutar otak agar produknya tidak kian tergerus. Salah satu jurus bertahan hidup yang diluncurkan adalah memperkenalkan lini kendaraan listrik terbaru bertajuk seri Ye. Kemitraan GAC Honda menetaskan model Ye P7, sementara racikan DongFeng Honda menghadirkan Ye S7. Melalui pemanfaatan teknologi dan sumber daya bersama GAC Group, Honda optimistis strategi elektrifikasi ini dapat merespons kebutuhan konsumen lokal sekaligus melawan dominasi merek-merek domestik Tiongkok.

Langkah bertahan di Tiongkok ini berlangsung bersamaan dengan masa sulit yang melanda keuangan global Honda. Dalam laporan keuangan tahun fiskal 2025 yang berakhir Maret lalu, perusahaan membukukan kerugian bersih sebesar 423,94 miliar yen atau sekitar Rp 47 triliun. Kerugian ini menjadi catatan sejarah bagi Honda karena untuk pertama kalinya mereka mengalami rugi bersih tahunan sejak mencatatkan saham di bursa pada 1957. Tingginya biaya restrukturisasi strategi kendaraan listrik menjadi pemicu utama pembengkakan beban keuangan tersebut.

Also Read

Isyana Sarasvati Hangatkan Malam Dingin di Jazz Gunung Bromo 2026

Kondisi tertekan ini bahkan membuat CEO Honda, Toshihiro Mibe, menyampaikan permohonan maaf terbuka di hadapan para pemegang saham saat rapat umum tahunan. Mibe menyatakan tanggung jawab penuhnya untuk segera mengembalikan perusahaan ke jalur pertumbuhan positif serta memangkas waktu dalam menghadirkan hasil dari transformasi mobilitas global mereka. Perpanjangan kontrak bersama GAC Group hingga 2038 pun menjadi bagian penting dari pertaruhan besar Honda untuk bangkit kembali.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca