Pertunjukan teater musikal terbaru yang bertajuk Home Sweet Loan The Musical secara resmi dijadwalkan untuk dipentaskan di hadapan para penonton pada bulan September hingga Oktober tahun 2026 mendatang. Pementasan teater musikal ini akan mengambil tempat di salah satu pusat kesenian, yakni Graha Bhakti Budaya yang berlokasi di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan panggung ini merupakan sebuah karya adaptasi yang diangkat dari sebuah novel hasil karya penulis Almira Bastari. Dalam proses persiapannya, produksi teater musikal ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Indonesia Kaya bersama dengan Visinema dan juga Jakarta Art House.
Untuk memberikan warna yang lebih hidup di atas panggung, pihak penyelenggara secara khusus menggandeng penyanyi solo Idgitaf untuk mengisi jajaran lagu orisinal. Keterlibatan penyanyi solo ini dalam format teater musikal memberikan porsi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan proyek sebelumnya. Pada versi adaptasi film layar lebar dari judul yang sama, Idgitaf diketahui hanya berkontribusi melalui satu buah lagu tunggal yang diberi judul Berakhir di Aku. Namun, untuk pementasan teater musikal yang akan berdurasi selama dua setengah jam ini, ia dipastikan menghadirkan lebih banyak materi lagu baru guna mengisi bagian-bagian penting di sepanjang jalannya pertunjukan.
Cristian Imanuell, yang bertindak sebagai produser dalam pementasan Home Sweet Loan The Musical, mengungkapkan sejumlah detail mengenai proses kreatif di balik layar. Ia menyatakan bahwa proses pemilihan dan pembuatan lagu-lagu dalam adaptasi panggung ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tahap pengembangan naskah cerita. Proses penyelarasan antara musik dan naskah tersebut merupakan hasil dari kolaborasi intensif antara Widya Arifianti yang bertugas sebagai penulis skrip, bersama dengan Yemima Krisantina yang sebelumnya memegang peranan sebagai Head of Development untuk film layar lebar Home Sweet Loan.
Niecy Nash Bocorkan Musim 2 All's Fair Bakal Spicy, Ada Rahasia Besar dan Plot Twist Mengejutkan

Lebih lanjut, Cristian Imanuell menjelaskan bahwa lagu-lagu orisinal yang telah dipilih dan diciptakan tersebut memiliki tujuan utama untuk mewakili perasaan serta gejolak batin dari karakter utama yang bernama Kaluna. Representasi emosi karakter Kaluna melalui lagu ini dirancang untuk mengiringi perjalanannya dari awal mula cerita hingga mencapai bagian akhir pementasan. Dalam format teater musikal ini, deretan lagu tersebut tidak hanya sekadar berfungsi sebagai lagu tema, melainkan bertransformasi menjadi elemen penjelas sekaligus bertindak sebagai tulang punggung utama yang menopang seluruh alur cerita.
Di antara beberapa nomor lagu baru yang secara khusus dihadirkan oleh Idgitaf untuk pementasan teater musikal ini, terdapat dua judul lagu yang telah diungkapkan, yaitu lagu berjudul Cukup Nggak Cukup dan lagu berjudul Amarah Seperti Apa. Cristian Imanuell memberikan penjelasan mengenai makna spesifik di balik kedua lagu tersebut. Menurut penjelasannya, lagu Cukup Nggak Cukup diciptakan untuk menggambarkan sebuah situasi ketika seseorang sedang mengecek jumlah saldo di dalam rekening miliknya. Sementara itu, lagu Amarah Seperti Apa hadir untuk mengeksplorasi tentang bagaimana bentuk rasa marah yang dirasa tepat ketika ditujukan kepada saudara sendiri.
Gaya Elegan Bintang The Pitt dan Tren Pemenang di Red Carpet Emmy Awards Ke-78

Antusiasme mengenai proses pembuatan lagu-lagu ini juga disampaikan langsung oleh sang produser. Dikutip di Jakarta pada hari Sabtu dari sebuah video wawancara yang diunggah di platform media sosial Facebook, Cristian Imanuell membagikan pengalamannya bekerja sama dengan sang penyanyi. "Opening menjadi spesial, ending act 1 menjadi spesial, ending act 2 menjadi spesial, dan Gita sangat seru untuk diajak kolaborasi pada saat menuliskan lagunya," kata Cristian Imanuell dalam wawancara tersebut.
Selain menawarkan daya tarik melalui deretan lagu orisinal yang baru, pementasan Home Sweet Loan The Musical ini juga membawa sebuah pendekatan penyajian yang unik dari sisi pemeranan karakter di atas panggung. Pihak produksi telah memutuskan bahwa pementasan teater ini akan menampilkan dua orang pemeran utama yang berbeda untuk menghidupkan karakter Kaluna. Kedua aktor utama tersebut akan membawakan bentuk interpretasi yang berbeda-beda terhadap karakter Kaluna. Keputusan tim produksi untuk menggunakan dua pemeran utama dengan interpretasi yang berbeda ini diharapkan dapat memberikan sebuah perspektif yang jauh lebih kaya bagi para penonton yang hadir.






