Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), Moeharmein Zein Chaniago, membeberkan faktor utama di balik keterlambatan dan persoalan penyelesaian proyek apartemen LRT City yang dikembangkan oleh anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
Berdasarkan pemetaan Adhi Karya, sekitar 5.400 unit apartemen LRT City telah terjual ke konsumen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 unit sudah berhasil diserahterimakan, sedangkan sekitar 2.400 unit lainnya di sejumlah titik proyek hingga kini masih tertahan dan belum diterima pembeli.
Moeharmein menjelaskan bahwa biang kerok tersendatnya penyelesaian proyek bersumber dari kegagalan ADCP memenuhi target penjualan yang telah direncanakan. Kegagalan target ini secara langsung menekan likuiditas dan menimbulkan gangguan pada arus kas (cash flow) anak usaha konstruksi pelat merah tersebut.
Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

Menurutnya, tekanan penjualan tersebut dipicu oleh penurunan pasar properti yang terjadi secara bertahap sejak krisis ekonomi 2018, yang kemudian diperparah oleh pukulan pandemi COVID-19. Rangkaian peristiwa tersebut membuat pasar menjadi tidak seimbang, sehingga realisasi penjualan unit apartemen ADCP jauh di bawah ekspektasi awal.
Menanggapi persoalan yang dihadapi konsumen, Moeharmein atas nama induk perusahaan menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan bahwa ADHI memiliki kewajiban dan komitmen penuh untuk mengawal langsung kelanjutan pembangunan agar seluruh unit dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang di SPBU Makassar

Penanganan masalah serah terima LRT City ini juga menjadi sorotan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria. Dony meminta Adhi Karya bergerak cepat menyelesaikan kewajiban serah terima terhadap sekitar 2.400 unit yang masih tertunda.
Dony menegaskan bahwa skema penyelesaian internal perusahaan tidak boleh membebankan kerugian material maupun finansial kepada konsumen. Hal itu menjadi prinsip mutlak, terutama bagi para pembeli yang mengalokasikan dana untuk kepemilikan rumah pertama mereka.






