Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Sektor Barang Konsumen Primer Pimpin Kenaikan

Uria KilaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Sektor Barang Konsumen Primer Pimpin Kenaikan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja yang positif pada penutupan perdagangan hari Kamis (30/7) sore. Indeks saham acuan nasional tersebut secara meyakinkan berakhir dan menetap di level 6.186. Pencapaian pada sore hari ini menunjukkan adanya dorongan penguatan yang cukup signifikan dari para pelaku pasar sepanjang jalannya sesi perdagangan. Kenaikan tingkat indeks ini juga menjadi sebuah catatan penting di tengah berbagai pergerakan bursa saham global maupun regional yang menunjukkan tren yang sangat bervariasi pada hari yang sama.

Jika dilihat dari angka pergerakannya, indeks saham berhasil mengumpulkan tambahan poin yang terbilang cukup besar. Indeks saham tercatat menguat sebanyak 94,97 poin apabila dibandingkan dengan posisi pada saat penutupan perdagangan sebelumnya. Tambahan poin tersebut secara persentase setara dengan tingkat kenaikan sebesar 1,56 persen. Angka pertumbuhan ini mengonfirmasi bahwa laju pergerakan indeks mampu menjaga konsistensinya untuk terus bertahan di zona hijau sejak awal hingga berakhirnya seluruh aktivitas transaksi pada hari Kamis sore.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Tingginya antusiasme dari para investor juga tercermin secara langsung pada data transaksi yang berlangsung sepanjang hari. Mengutip laporan dari data RTI Infokom, akumulasi nilai transaksi yang dilakukan oleh para investor di pasar saham mencapai angka yang sangat besar, yakni sebesar Rp12,68 triliun. Nilai transaksi belasan triliun rupiah tersebut diiringi oleh perputaran volume saham yang sangat masif. Secara keseluruhan, jumlah saham yang diperdagangkan dan berpindah tangan antar investor pada sesi kali ini tercatat menyentuh angka 26,81 miliar saham.

Baca Juga

Danantara dan BUMN Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta

Danantara dan BUMN Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta

Sejalan dengan lonjakan poin dan nilai transaksi tersebut, rincian pergerakan harga saham pada penutupan kali ini juga didominasi oleh deretan saham yang mengalami apresiasi. Tercatat ada sebanyak 495 saham yang bergerak menguat dan berhasil menopang laju positif indeks secara keseluruhan. Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada sebagian kecil saham, di mana terdapat 158 saham yang harus rela terkoreksi. Sementara itu, untuk saham yang pergerakannya cenderung stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali dari perdagangan sebelumnya berjumlah sebanyak 136 saham.

Menariknya, tren penguatan yang terjadi pada perdagangan hari Kamis (30/7) sore ini didukung secara penuh oleh seluruh sektor industri penyusun indeks. Terpantau di layar perdagangan, kesebelas sektor indeks secara kompak bergerak menguat tanpa ada satu pun yang tertinggal di zona pelemahan. Dari seluruh jajaran sektor yang menghijau tersebut, laju kenaikan paling tinggi dipimpin secara langsung oleh sektor barang konsumen primer. Sektor yang berkaitan erat dengan kebutuhan pokok masyarakat ini melesat paling tajam dengan persentase kenaikan yang mencapai angka 1,87 persen.

Beralih ke pantauan pergerakan pasar saham asing, bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak dengan arah yang bervariasi pada periode waktu yang sama. Beberapa indeks utama di benua kuning ini berhasil mencatatkan rapor hijau, sementara yang lainnya justru harus tertekan. Tercatat, indeks Nikkei 225 di Jepang sukses menguat sebesar 0,71 persen, yang kemudian disusul oleh indeks Hang Seng Composite di Hong Kong dengan catatan plus sebesar 0,20 persen. Namun, nasib berbeda dialami oleh indeks Shanghai Composite di China dan indeks Straits Times di Singapura yang masing-masing harus menerima kenyataan melemah sebesar 0,08 persen.

Baca Juga

Perluas Sinergi Sektor Pendidikan, Bank bjb Jalin Kerja Sama Dana Pensiun dengan Universitas Al-Ma'soem

Perluas Sinergi Sektor Pendidikan, Bank bjb Jalin Kerja Sama Dana Pensiun dengan Universitas Al-Ma'soem

Senada dengan dinamika yang terjadi di kawasan Asia, bursa saham Eropa pun terpantau bergerak bervariasi tanpa adanya tren tunggal yang mendominasi. Tarik-menarik antara sentimen positif dan negatif membuat indeks utama di benua biru ini terbelah. Di satu sisi, indeks DAX di Jerman tidak mampu mempertahankan posisinya dan harus melemah tipis sebesar 0,06 persen. Akan tetapi, di sisi lain, indeks FTSE 100 di Inggris justru berhasil melenggang di zona positif dengan mencatatkan pertumbuhan alias plus sebesar 0,50 persen hingga waktu penutupan.

Di sisi lain, pergerakan yang berlawanan arah dengan pasar domestik justru dipertontonkan oleh bursa Amerika. Bursa saham di kawasan tersebut terpantau kompak melemah secara keseluruhan. Indeks Dow Jones memimpin kejatuhan dengan tingkat penurunan yang paling dalam, yakni melemah hingga 2,19 persen. Pelemahan yang cukup signifikan tersebut juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang harus ditutup minus sebesar 1,52 persen. Melengkapi tren pelemahan di bursa Amerika, indeks NASDAQ Composite juga tidak luput dari tekanan jual dan harus rela turun sebesar 1,74 persen.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sahamIHSGRTI Infokombursa asiaBursa Amerika

Berita Terbaru Lainnya

Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Pelanggaran KUHAP dalam Penahanan Febrie AdriansyahIstana Respons Putusan MK Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Sektor PendidikanViral Perempuan Diduga Pakai Pin Hamil Palsu demi Duduk di Kursi Prioritas KRLDanantara dan BUMN Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah MeikartaPerluas Sinergi Sektor Pendidikan, Bank bjb Jalin Kerja Sama Dana Pensiun dengan Universitas Al-Ma'soemCasemiro Resmi Bergabung dengan Inter Miami demi Bermain Bersama Lionel MessiBulog Perkuat Kolaborasi untuk Pastikan Penyerapan Tebu Petani BloraKemenperin Ungkap Penyebab PHK Pabrik Garmen Victory Apparel dan PT Samwon di Jawa Tengah

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap