Perdagangan saham pada hari Selasa, 28 Juli, diawali dengan tren penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks utama pasar modal domestik tersebut langsung tergelincir dari posisi sebelumnya dengan mencatatkan pelemahan sebesar 8,77 poin. Angka penurunan yang setara dengan minus 0,14 persen tersebut menempatkan indeks berada pada level 6.177 saat sesi transaksi mulai berjalan.
Catatan pergerakan angka pada awal sesi perdagangan terekam secara rinci melalui pemantauan data RTI Business. Tepat pada pukul 09.05 Waktu Indonesia Barat, indeks terpantau membuka pergerakannya di posisi 6.175. Dalam rentang waktu awal transaksi tersebut, pergerakan angka menunjukkan fluktuasi dengan rekor titik tertinggi yang mampu dicapai berada pada level 6.199. Sementara itu, untuk titik terendah pergerakan indeks pada rentang waktu yang sama sempat menyentuh angka 6.169.
Di balik pelemahan indeks utama, komposisi pergerakan harga saham secara individual menampilkan variasi kondisi. Berdasarkan data pembukaan, jumlah saham yang mengalami kenaikan harga tercatat sebanyak 256 saham. Sementara itu, terdapat 196 saham yang harganya bergerak melemah, dan 217 saham lainnya berada pada posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Keseluruhan susunan harga saham pada awal perdagangan ini membentuk total kapitalisasi pasar yang bernilai Rp10.858,403 triliun.
KAI Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung hingga 9 Oktober

Aktivitas transaksi yang berlangsung pada pagi hari tersebut menunjukkan perputaran yang terekam dalam angka volume dan nilai perdagangan. Total volume saham yang diperjualbelikan mencapai 1,71 miliar lembar saham. Dari volume tersebut, nilai transaksi di pasar saham tercatat sebesar Rp617,71 miliar. Seluruh nilai dan volume tersebut terakumulasi dari frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 108.706 kali pada awal sesi perdagangan.
Menanggapi pergerakan indeks saham pada hari ini, Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan proyeksinya. Menurut Herditya, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih akan bergerak dalam fase koreksi selama perdagangan berlangsung. Walaupun demikian, ia menilai bahwa peluang terjadinya penguatan dalam jangka waktu pendek tetap terbuka bagi indeks. Dalam riset harian yang dirilisnya, ia memaparkan rincian angka proyeksi pergerakan tersebut.
Herditya menyatakan bahwa area koreksi indeks diperkirakan berada dalam kisaran angka 6.074 hingga 6.146. "Sementara itu, jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.262-6.299," ungkapnya. Lebih lanjut, ia memproyeksikan pergerakan indeks pada hari ini akan berada di dalam rentang titik support pada level 6.111 dan 6.007. Untuk titik resistance, pergerakan indeks diproyeksikan berada pada angka 6.599 dan 6.705.
MIND ID Perkuat Kontribusi Penerimaan Negara lewat Pengelolaan Mineral

Proyeksi serupa mengenai kondisi pasar juga disampaikan oleh Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ia memperkirakan bahwa pergerakan indeks saham pada perdagangan hari ini masih berada di dalam fase koreksi. Sama halnya dengan pandangan sebelumnya, Ivan juga melihat bahwa peluang pasar untuk mengalami rebound dalam jangka pendek masih tetap terbuka, terlepas dari pelemahan yang terjadi pada pembukaan.
Ivan menjelaskan lebih rinci bahwa indeks masih memiliki potensi untuk terus melemah hingga menguji titik support di level 6.074, yang ia sebut sebagai area penopang kuat. "Meski demikian, peluang rebound jangka pendek menuju level 6.335 masih terbuka," tuturnya. Untuk pergerakan hari ini, ia memprediksi titik support akan berada di level 6.146, 6.074, dan 5.971. Sedangkan untuk titik resistance, indeks diprediksi akan menguji level 6.335, 6.545, 6.688, dan 6.835.






