Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Inflasi Amerika Serikat Meningkat Menjadi 2,6 Persen pada Oktober 2024

Wahyu SuryaniDiterbitkan 28 Jul 2026 - 14.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Inflasi Amerika Serikat Meningkat Menjadi 2,6 Persen pada Oktober 2024
Ilustrasi: Trading Economics, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons.
A-A+

Laju inflasi di Amerika Serikat kembali mengalami kenaikan setelah beberapa bulan menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Berdasarkan data resmi terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat sebesar 2,6 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Oktober 2024. Kenaikan ini menandai pembalikan arah dari inflasi bulan September yang tercatat sebesar 2,4 persen, yang sebelumnya sempat menjadi level terendah sejak awal tahun 2021.

Kenaikan inflasi ini sebagian besar didorong oleh biaya tempat tinggal atau sektor perumahan yang terus merangkak naik, menyumbang lebih dari setengah dari total kenaikan bulanan. Secara bulanan (month-on-month), IHK mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen pada bulan Oktober, menyamai laju kenaikan pada bulan Agustus dan September. Sementara itu, inflasi inti (core CPI), yang mengecualikan komponen makanan segar dan energi karena volatilitasnya yang tinggi, tercatat tetap bertahan di angka 3,3 persen secara tahunan. Indeks makanan sendiri mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen, sedangkan harga energi mulai menunjukkan stabilisasi setelah sempat mengalami penurunan pada periode sebelumnya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Kondisi inflasi yang masih persisten ini memberikan tekanan tersendiri bagi Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), dalam menentukan arah kebijakan moneter mereka. Setelah melakukan pemotongan suku bunga acuan yang cukup agresif sebesar 50 basis poin pada bulan September dan dilanjutkan dengan pemotongan 25 basis poin pada awal November, The Fed kini dihadapkan pada pilihan yang lebih sulit. Kenaikan inflasi ke angka 2,6 persen ini berpotensi membuat para pejabat bank sentral mengambil langkah yang lebih berhati-hati dan memperlambat laju penurunan suku bunga pada pertemuan-pertemuan berikutnya demi menjaga stabilitas harga.

Bagi konsumen di Amerika Serikat, kenaikan inflasi ini berarti tekanan terhadap biaya hidup sehari-hari masih belum sepenuhnya mereda. Meskipun kenaikan harga barang-barang tertentu mulai melambat, biaya untuk sektor jasa, sewa tempat tinggal, dan asuransi kendaraan tetap berada di level yang tinggi. Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai daya beli riil masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah dan menengah yang paling terdampak oleh kenaikan harga kebutuhan dasar. Para analis ekonomi juga memperingatkan bahwa jika pertumbuhan upah tidak dapat mengimbangi laju inflasi ini, konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama ekonomi AS bisa mengalami perlambatan.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Menatap masa depan, para pelaku pasar keuangan global kini bersikap lebih waspada dalam mengantisipasi rilis data ekonomi AS berikutnya. Kebijakan tarif impor dan rencana stimulus fiskal dari pemerintahan baru AS mendatang juga diproyeksikan dapat memengaruhi dinamika inflasi ke depan. Oleh karena itu, keberhasilan The Fed dalam menavigasi kebijakan moneter untuk membawa inflasi kembali ke target sasaran 2 persen tanpa memicu resesi atau lonjakan pengangguran akan menjadi fokus perhatian utama pasar global hingga tahun depan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Federal Reserveekonomi globalkebijakan moneterinflasi ASindeks harga konsumen

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap