Kebakaran hebat melanda sebuah gedung sarana olahraga golf di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, pada Sabtu (1/8/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi di gedung berlantai tiga tersebut memicu kepanikan, mengingat api membesar dengan sangat cepat. Kobaran api tidak hanya merusak struktur fisik bangunan, tetapi juga menghanguskan sebanyak 14 unit mobil golf atau buggy yang sedang terparkir di dalam area fasilitas olahraga tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok harus bekerja ekstra keras untuk menjinakkan si jago merah yang melahap area gedung.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati, membenarkan adanya peristiwa kebakaran di fasilitas olahraga golf tersebut. Berdasarkan kronologi kejadian, kobaran api pertama kali diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah menerima laporan darurat dari warga, petugas pemadam kebakaran dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cinere langsung bergerak cepat mendatangi lokasi gedung tiga lantai yang terbakar. Armada pemadam dilaporkan tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 00.38 WIB, atau berselang kurang lebih delapan menit setelah api diperkirakan mulai menyala.
Sesampainya di lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran Kota Depok mendapati api sudah membesar dan langsung berusaha melakukan pemadaman. Area yang terdampak amukan api tersebut diperkirakan mencapai luas sekitar 300 meter. Dalam upaya menjinakkan kobaran api yang meluas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengerahkan kekuatan yang terukur. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam yang terdiri dari mobil pompa dan mobil ranger dikerahkan ke lokasi. Selain itu, guna mengantisipasi adanya kebutuhan medis darurat dalam peristiwa ini, petugas juga menyiagakan satu unit mobil ambulans di sekitar area kebakaran.
Golkar dan PKS Bertemu Bahas Revisi UU Pemilu

Para petugas di lapangan berkonsentrasi memadamkan api yang membesar pada gedung tiga lantai tersebut dengan membagi tugas selama penanganan. Mereka berusaha mencari sumber api sekaligus berupaya melokalisasi titik api agar tidak menjalar dan menyebar ke bangunan di lokasi sekitarnya. Saat proses pemadaman berlangsung, petugas mendapati bahwa api telah membakar kendaraan yang terparkir di dalam gedung. Pihak pemadam mengonfirmasi bahwa tim menemukan ada 14 unit mobil golf yang terbakar dalam insiden tersebut. Estimasi nilai kerugian aset untuk seluruh unit buggy yang hangus ditaksir mencapai sekitar Rp 500 juta.
Proses penanganan kebakaran ini memakan waktu yang cukup lama dan menguras tenaga para personel. Membutuhkan waktu sekitar empat jam bagi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok hingga akhirnya berhasil memadamkan api secara total. Usai melakukan pemadaman utama, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan dan pengecekan kembali secara menyeluruh di lokasi kejadian. Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan bahwa di lokasi yang terbakar sudah tidak ditemukan lagi titik api yang tersembunyi, sehingga risiko terjadinya kebakaran susulan dapat dicegah sepenuhnya.
Mengenai penyebab utama kebakaran, keterangan awal menyebutkan bahwa dugaan sementara mengarah pada adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, api awalnya terlihat menyala dari salah satu ruangan di dalam gedung sebelum akhirnya merembet dan membesar. Kasus kebakaran yang dipicu oleh masalah kelistrikan ini menambah panjang catatan peristiwa serupa di wilayah Kota Depok. Berdasarkan rekapitulasi data sementara yang dihimpun hingga bulan Juni 2026, tercatat telah terjadi 100 peristiwa kebakaran di wilayah Depok. Dari total kejadian tersebut, arus listrik masih menjadi penyebab paling dominan dengan jumlah mencapai 71 kasus.
Fahd dan Fadia A Rafiq, Kakak Beradik yang Tersandung Kasus di KPK

Selain faktor kelistrikan, data rekapitulasi tersebut juga mencatat beberapa penyebab kebakaran lainnya yang menimpa wilayah Kota Depok sepanjang paruh pertama tahun ini. Di antaranya, terdapat 15 kasus kebakaran yang dipicu oleh insiden kebocoran tabung gas atau kompor. Sementara itu, 12 kasus kebakaran lainnya terjadi akibat faktor kelalaian manusia, dan sisanya dipicu oleh faktor-faktor lain dalam jumlah yang relatif kecil.
Merespons masih tingginya angka insiden kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui percepatan waktu tanggap atau response time penanganan. Pada periode Januari hingga Maret 2026, rata-rata waktu tanggap penanganan kebakaran di Depok mencapai 10,57 menit. Angka tersebut berhasil ditingkatkan menjadi lebih cepat, yakni 8,26 menit pada periode April hingga Juni 2026. Percepatan waktu tanggap ini diharapkan mampu menekan kerugian akibat kebakaran, di mana penanganan yang lebih cepat akan memperbesar peluang api untuk dikendalikan sebelum meluas dan membahayakan keselamatan jiwa.






