Di dunia profesional yang serba cepat, keputusan untuk mundur sering kali dianggap sebagai sebuah kemunduran. Namun, bagi Pujo Pramono, melepaskan posisi nyaman sebagai insinyur di Telkom justru menjadi batu loncatan terbesar dalam hidupnya. Saat kariernya sedang menanjak di tengah pesatnya perkembangan industri seluler di Sumatera, ia memilih jalan yang tidak biasa dengan mengundurkan diri demi menempuh pendidikan S2. Keputusan berani ini membuatnya harus hidup tanpa pekerjaan dan tanpa gaji selama dua tahun penuh, sebuah pertaruhan besar demi sebuah visi jangka panjang.
Langkah ekstrem tersebut diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Pujo menyadari bahwa keahlian teknis tingkat sarjana saja tidak cukup untuk membawanya ke level manajerial yang lebih tinggi. Ia membutuhkan cara pandang baru yang melampaui rumus-rumus teknik. Melalui program Magister Manajemen di Universitas Indonesia yang didukung oleh beasiswa Putera Sampoerna Foundation, ia mulai meretas jalan baru. Di bangku kuliah inilah ia tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga mengubah total cara berpikirnya tentang bagaimana teknologi berinteraksi dengan perilaku manusia.
Investasi Emas Digital di Indonesia Meroket hingga Ratusan Triliun Rupiah

Salah satu momen krusial yang membentuk mentalitas barunya terjadi saat ia menerima pembekalan dari motivator Andrie Wongso. Pesan tentang pentingnya bersikap keras pada diri sendiri agar dunia melunak menjadi pegangan hidupnya di tengah masa-masa ketidakpastian tanpa pekerjaan. Filosofi penentuan nasib sendiri ini membakar semangatnya untuk memandang pendidikan bukan sekadar sebagai sarana berburu gelar akademik, melainkan sebuah investasi mendalam untuk membentuk pola pikir yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Hasil dari transformasi berpikir ini segera terlihat ketika ia kembali berkiprah di Telkom. Berbekal pemahaman tentang perilaku konsumen dan teori nilai yang ia pelajari selama kuliah, Pujo menjadi salah satu konseptor di balik lahirnya slogan legendaris Telkom pada tahun 2009, yaitu "The World in Your Hand". Pada masa ketika telepon genggam masih didominasi oleh fungsi panggilan suara dan pesan singkat, Pujo dan timnya sudah mampu memproyeksikan masa depan di mana seluruh sendi kehidupan manusia akan berpindah ke dalam genggaman ponsel pintar.
Gerbang Tol Tomang Ditutup Akhir Pekan Ini Berikut Jalur Alternatifnya

Prediksi visioner belasan tahun lalu itu kini telah menjadi kenyataan sehari-hari. Keberhasilan Pujo dalam memadukan keahlian teknik dengan ilmu manajemen akhirnya membawa dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Operations & Sales di PT Metra Digital Media, anak usaha BUMN di bawah Telkom Group. Bagi Pujo, pencapaian tertingginya bukanlah jabatan mentereng tersebut, melainkan kemampuan untuk terus belajar dan menjadi seperti gelas kosong yang selalu siap diisi agar bisa memberikan manfaat yang melimpah bagi orang lain.






