Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten, berdampak langsung pada penyusutan volume air di Bendungan Karian. Penurunan tinggi muka air bendungan tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan di bekas permukiman warga yang telah tenggelam sejak tahun 2023 kembali muncul ke permukaan. Fenomena ini dimanfaatkan oleh para mantan penghuni untuk datang dan melihat kembali kondisi tempat tinggal lama mereka yang kini menyembul dari genangan air.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Dedi Yudha Lesmana, menyatakan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat dampak kemarau ekstrem. Menurutnya, pemandangan struktur bangunan yang kembali terlihat secara jelas di area waduk baru pertama kali terjadi sejak kawasan tersebut mulai tergenang pada 2023. Guna menjaga pasokan air, pihak BBWS C3 menyalurkan total debit air sebesar 24 m鲁/detik dari bagian intake Bendungan Karian menuju Bendung Gerak Pamarayan Baru untuk menyuplai Daerah Irigasi (DI) Ciujung.
Secara teknis, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS C3, Maretha Ayu Kusumawati, menjelaskan bahwa elevasi air saat ini tercatat mengalami penurunan sekitar 80 cm dari posisi muka air normal. Area bekas permukiman tersebut terletak di kawasan hulu genangan, yakni di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Pada awalnya, kawasan di ujung waduk tersebut merupakan area permukiman padat penduduk yang berada pada elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak sekitar 16 kilometer dari bagian as bendungan.
Kebakaran Hutan Bromo Merembet ke Malang-Lumajang, Jalur Ditutup

Maretha menambahkan bahwa saat pembebasan lahan dilakukan, area terdampak tidak melalui proses pembongkaran fisik (demolish) terhadap seluruh bangunan. Tim konstruksi pada saat itu hanya melakukan tahapan pembersihan (clearing) pada tanaman di lokasi genangan. Lebih lanjut, pada kondisi Muka Air Banjir (MAB), waduk memiliki perbedaan ketinggian sekitar 3,35 meter dibandingkan dengan muka air normal, sehingga sebagian rumah warga akan tenggelam sepenuhnya saat elevasi waduk berada pada titik maksimal.
Munculnya kembali bangunan-bangunan yang terendam air turut disampaikan oleh salah satu mantan warga setempat, Odon. Ia menyebutkan bahwa surutnya air bendungan memperlihatkan kembali beberapa titik kampung yang sempat tenggelam, di antaranya Kampung Susukan, Karian, sebagian wilayah Somang di Desa Sukajaya, serta Sukarame. Odon menuturkan bahwa rumah lamanya dahulu terletak di Kampung Bolang, sebuah lokasi yang berada di posisi tengah-tengah waduk.
Kebakaran Bromo Meluas hingga Jemplang Malang

Kampung-kampung tersebut mulai ditinggalkan oleh para penduduk pada tahun 2023 ketika area permukiman mereka dialihfungsikan menjadi kawasan resapan air untuk Bendungan Karian. Setelah pindah, warga kemudian membeli hunian baru di sekitar area bendungan. Saat hendak berkunjung atau melihat kondisi waduk, warga biasanya memanfaatkan sarana transportasi berupa rakit atau perahu. Sementara itu, pihak BBWS C3 terus memantau dan mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Agustus mendatang dengan menjaga ketersediaan pasokan air pada tampungan waduk.






