Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Berita Utama

Kemarau Buat Air Bendungan Karian Surut, Bekas Permukiman Warga di Lebak Muncul Lagi

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 07.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemarau Buat Air Bendungan Karian Surut, Bekas Permukiman Warga di Lebak Muncul Lagi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten, berdampak langsung pada penyusutan volume air di Bendungan Karian. Penurunan tinggi muka air bendungan tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan di bekas permukiman warga yang telah tenggelam sejak tahun 2023 kembali muncul ke permukaan. Fenomena ini dimanfaatkan oleh para mantan penghuni untuk datang dan melihat kembali kondisi tempat tinggal lama mereka yang kini menyembul dari genangan air.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Dedi Yudha Lesmana, menyatakan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat dampak kemarau ekstrem. Menurutnya, pemandangan struktur bangunan yang kembali terlihat secara jelas di area waduk baru pertama kali terjadi sejak kawasan tersebut mulai tergenang pada 2023. Guna menjaga pasokan air, pihak BBWS C3 menyalurkan total debit air sebesar 24 m鲁/detik dari bagian intake Bendungan Karian menuju Bendung Gerak Pamarayan Baru untuk menyuplai Daerah Irigasi (DI) Ciujung.

Secara teknis, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS C3, Maretha Ayu Kusumawati, menjelaskan bahwa elevasi air saat ini tercatat mengalami penurunan sekitar 80 cm dari posisi muka air normal. Area bekas permukiman tersebut terletak di kawasan hulu genangan, yakni di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Pada awalnya, kawasan di ujung waduk tersebut merupakan area permukiman padat penduduk yang berada pada elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak sekitar 16 kilometer dari bagian as bendungan.

Baca Juga

Penyelidikan Kematian Sutrimo di Halaman Klinik Mordent Kebayoran Baru

Penyelidikan Kematian Sutrimo di Halaman Klinik Mordent Kebayoran Baru

Maretha menambahkan bahwa saat pembebasan lahan dilakukan, area terdampak tidak melalui proses pembongkaran fisik (demolish) terhadap seluruh bangunan. Tim konstruksi pada saat itu hanya melakukan tahapan pembersihan (clearing) pada tanaman di lokasi genangan. Lebih lanjut, pada kondisi Muka Air Banjir (MAB), waduk memiliki perbedaan ketinggian sekitar 3,35 meter dibandingkan dengan muka air normal, sehingga sebagian rumah warga akan tenggelam sepenuhnya saat elevasi waduk berada pada titik maksimal.

Munculnya kembali bangunan-bangunan yang terendam air turut disampaikan oleh salah satu mantan warga setempat, Odon. Ia menyebutkan bahwa surutnya air bendungan memperlihatkan kembali beberapa titik kampung yang sempat tenggelam, di antaranya Kampung Susukan, Karian, sebagian wilayah Somang di Desa Sukajaya, serta Sukarame. Odon menuturkan bahwa rumah lamanya dahulu terletak di Kampung Bolang, sebuah lokasi yang berada di posisi tengah-tengah waduk.

Baca Juga

Pesan Profesionalitas Militer dalam Peringatan 30 Tahun Kudatuli

Pesan Profesionalitas Militer dalam Peringatan 30 Tahun Kudatuli

Kampung-kampung tersebut mulai ditinggalkan oleh para penduduk pada tahun 2023 ketika area permukiman mereka dialihfungsikan menjadi kawasan resapan air untuk Bendungan Karian. Setelah pindah, warga kemudian membeli hunian baru di sekitar area bendungan. Saat hendak berkunjung atau melihat kondisi waduk, warga biasanya memanfaatkan sarana transportasi berupa rakit atau perahu. Sementara itu, pihak BBWS C3 terus memantau dan mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Agustus mendatang dengan menjaga ketersediaan pasokan air pada tampungan waduk.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LebakkemarauBendungan KarianKampung TenggelamBantenBBWS C3

Berita Terbaru Lainnya

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK Setelah Sempat Sambangi Gedung Merah Putih Bahas Pencegahan KorupsiBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPKPerkuat Pasar B2B, PT SiCepat Ekspres Indonesia Resmi Luncurkan SiCepat LogistikKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Air BersihLPDP Jakarta atau KJMU, Menakar Prioritas Program Pendidikan di Ibu KotaGempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, KBRI Tokyo Imbau WNI Tetap WaspadaPemerintah Siapkan Satgas dan Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman El Ni帽o dan KarhutlaLaba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 178 Persen, Pendapatan Tembus Rp 1,54 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap